Wajib Diuji Berat dan Dimensi, Populasi Truk ODOL Berkurang Signifikan

Kompas.com - 11/11/2019, 10:22 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau ujicoba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019) DOKUMENTASI KEMENHUBMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau ujicoba bersama dengan PT Jasa Marga, Ditjen Hubdat dan Kepolisian di jembatan timbang Weigh-In-Motion (WIM) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 9 pada Minggu (22/9/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Prasarana Transportasi Darat Risal Wasal mengatakan bahwa jumlah truk over dimension over load ( ODOL) yang melewati jembatan timbang selama Januari-Oktober 2019 turun 39 persen.

Menurut data Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), selama periode tersebut terdeteksi sebanyak 724.246 truk yang melanggar dari 1.847.654 yang melewati jembatan timbang. Jumlah itu menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Sampai saat ini, truk yang melanggar berkurang menjadi hanya 39 persen, sementara yang tidak melanggar 61 persen atau 1.123.408 truk," katanya di keterangan resmi, Senin (11/11/2019).

Baca juga: 8 Konsekuensi Fatal Truk ODOL yang Kerap Disepelekan

Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi,  Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi, Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).

Menurut data yang sama, disebutkan pula bahwa truk yang melanggar ketentuan dokumen di Oktober 2019 mengalami penurunan dari 13,58 persen di bulan sebelumnya, menjadi 13,24 persen.

Sementara pelanggaran persyaratan teknis turun dari 4,39 persen menjadi 1 persen, dan pelanggaran tata muat turun dari 16,81 persen jadi 15,40 persen.

Sedangkan pelanggaran dimensi justru naik dari 2,18 persen menjadi 3,31 persen. Hal sama juga dialami oleh pelanggaran kelas, dari 5,66 persen di September 2019 menjadi 13,27 persen di bulan setelahnya.

"Meski demikian, sesuai target Kementerian Perhubungan, jalan tol akan terbebas dari truk ODOL di 2020," ujar Risal.

Baca juga: Hukuman Pelanggar Truk ODOL Semakin Serius

Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi,  Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi, Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).

Ia juga mengungkapkan telah menyiapkan rencana besar guna menangani truk ODOL dari hulu hingga hilir, seperti regulasi penanganan untuk para pengemudinya, pemilik barang, hinga operator penyedia kendaraannya.

Alat ukur dimensi pun ditambah peredarannya, melengkapi 18 jembatan timbang yang sudah beroperasi. "Sehingga yang melanggar langsung terdeteksi," kata dia.

Kemudian, 73 jembatan timbang juga telah dilakukan perbaikan dan lulus uji ISO 2012. Fasilitas tersebut, dilengkapi dua kamera CCTV yang nantinya, akan merekam segala aktifitas dan melihat secara langsung jumlah truk yang melanggar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X