Konsumen Indonesia Tidak Puas dengan Tingkat Kekedapan Mobil

Kompas.com - 08/11/2019, 13:22 WIB
THINKSTOCKPHOTOS
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenyamanan merupakan aspek penting untuk konsumen Indonesia dalam memutuskan pembelian mobil. Hal ini menyangkut beberapa faktor, mulai dari kestabilan, material yang digunakan, hingga kekedapan suara.

Menurut lembaga riset JD Power Indonesia, saat ini produsen otomotif belum bisa memberikan kenyamanan optimal di produk yang ditawarkan kepada konsumen, khususnya pada tingkat kekedapan suara. Bahkan, kualitas sepanjang tahun ini dinilai lebih buruk dari tahun lalu.

Studi menggunakan 2.230 responden pemilik mobil baru untuk sejumlah merek dari berbagai golongan model seperti low cost green car (LCGC), sport utility vehicle (SUV), hinga segmen entry serbaguna (multi purpose vehicle/MPV). Riset dilaksanakan mulai Maret sampai September 2019.

Baca juga: Isuzu Terus Studi Kehadiran Panther Baru

Stanly/Otomania

JD Power menemukan masalah terkait manufaktur industri otomotif roda empat di Indonesia mengalami penurunan dari tahun lalu, sebagai hasil dari perbaikan pada masalah fungsi kendaraan yang mencapai 10,2 PP100 (16,6 PP 100 pada 2018).

Peningkatan terbesar terlihat pada bagian speaker, wiper kaca depan dan belakang, serta klakson.

Namun di tahun ini, pengguna mobil lebih banyak melaporkan masalah terkait kebisingan pada kendaraan. Dibandingkan tahun lalu, keluhan di 2019 naik menjadi 8,7 dari PP100 dari 6,9 PP100.

Studi tahun ini juga menemukan bahwa pemilik kendaraan berusia di bawah 35 tahun lebih banyak memiliki masalah daripada rentang usia di atasnya.

Terkait masalah kebisingan, pengendara muda hampir dua kali lipat terganggu dibanding pemilik yang lebih tua (12,4 PP 100 dengan 6,4 PP 100).

Stanly/Otomania

Baca juga: Wuling Masih Butuh Studi Boyong Mobil Listrik ke Indonesia

Adapun pengguna mobil yang melaporkan masalah kualitas dan keandalan keseluruhan kendaraan, lebih rendah (7,9 pada skala 10 poin) dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami masalah ini (8,4 pada skala 10 poin).

"Meskipun produsen secara konsisten meningkatkan kualitas kendaraan, mereka harus mencatat tanggapan dari pemilik kendaraan Indonesia yang lebih muda, yang merupakan 40% dari semua pembeli kendaraan baru," kata Srabani Bandyopadhyay, Country Manager Indonesia untuk J.D. Power di keterangan resminya, Jumat (8/11/2019).

"Pelanggan yang lebih muda melakukan perjalanan lebih banyak, sehingga menghasilkan penggunaan kendaraan dalam waktu lama dan peningkatan sensitivitas terhadap masalah yang terkait dengan kebisingan, getaran, degradasi material, dan konektivitas," ujar dia.

Di sisi lain, JD Power juga melangsungkan survei terkait preverensi calon konsumen saat melakukan pembelian mobil.

Dari 20 hal teratas yang diperhatikan konsumen tahun ini, 13 di antaranya terkait dengan masalah desain, yang terbagi atas tempat duduk, konektivitas, pendingin udara, hiburan, dan lainnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X