Penjualan Chevrolet di Indonesia Ditolong Spin dan Trax

Kompas.com - 29/10/2019, 16:42 WIB
Chevrolet Trax Coopertino yang diluncurkan di Jakarta pada Kamis (1/3/2018). Alsadad Rudi/Kompas.comChevrolet Trax Coopertino yang diluncurkan di Jakarta pada Kamis (1/3/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Keputusan mengejutkan diumumkan General Motors (GM) yang menjual produk Chevrolet di Indonesia. Usai menutup fasilitas perakitan di Jawa Barat pada 2015 lalu, kini GM berencana menghentikan penjualannya di pasar otomotif nasional mulai Maret 2020.

GM mengakui tidak memiliki produk yang mampu memberikan keuntungan besar di Indonesia. Singkatnya, pabrikan asal Amerika Serikat ini menyerah karena tidak mampu bersaing di pasaran.

External Affairs and Communications Director GM Indonesia Yuniadi H. Hartono berujar pihaknya telah mempelajari berbagai opsi untuk kegiatan bisnis di Indonesia.

Baca juga: Reaksi Gaikindo Soal Chevrolet Hengkang dari Indonesia

Beragam kendaraan terbaru di pameran GIIAS 2018. Pameran ini akan diselenggarakan mulai 2 Agustus hingga 12 Agustus 2018. Chevrolet kenalkan Spark terbaru Beragam kendaraan terbaru di pameran GIIAS 2018. Pameran ini akan diselenggarakan mulai 2 Agustus hingga 12 Agustus 2018. Chevrolet kenalkan Spark terbaru

“Namun demikian, keberadaan Chevrolet di ceruk pasa (niche segment) dengan volume terbatas belum cukup,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com Selasa (29/10/2019).

Hal yang diungkap Yuniadi, berbanding lurus dengan data wholesales yang dikeluarkan Gaikindo. Dalam enam tahun terakhir, penjualan Chevrolet memang terus merosot.

Penjualan terbanyak Chevrolet terjadi pada 2014, sekitar 10.018 unit mobil terkirim dari pabrik ke diler. Total dari enam model yang ditawarkan, Spin jadi mobil yang paling diminati dengan perolehan 7.475 unit.

Baca juga: Chevrolet Hengkang, Ini Kata Komunitas Soal Mobil yang Dijual

Komunitas Chevrolet Captiva Club dalam sebuah kegiatan petualangan bersama keluarga.GM Indonesia Komunitas Chevrolet Captiva Club dalam sebuah kegiatan petualangan bersama keluarga.

Spin juga masih menjadi yang terlaris pada 2015, waktu itu jadi tahun terakhir pabrik Chevrolet di Bekasi memproduksi MPV tersebut. Tercatat sebanyak 3.552 unit Spin terdistribusi, dari total 4.541 unit.

Tahun 2016, penjualan Chevrolet anjlok ke level 1.593 unit. Sepanjang tahun ini Chevy hanya mengandalkan produk baru, yaitu Trax yang terjual 1.570 unit.

Permintaan Trax sempat meningkat pada 2017, bersamaan dengan bertambahnya peminat Low SUV di Indonesia. Waktu itu Trax berhasil terjual 1.969 unit, dari total penjual Chevrolet sebanyak 3.617 unit.

Baca juga: Komunitas Kasih Tips Cari Onderdil Chevrolet

Spin Active yang ikut dipajang pada booth Chevrolet di Jakarta Fair Spin Active yang ikut dipajang pada booth Chevrolet di Jakarta Fair

Trax juga menjadi model terlaris pada 2018 dan 2019, namun jumlahnya terus menurun. Seiring dengan penurunan wholesale Chevrolet secara keseluruhan.

Berikut ini data penjualan wholesales Chevrolet dalam 6 tahun terakhir:

2014: 10.018 unit, dari 6 produk yang dijual, paling laris Chevrolet Spin (7.475 unit)
2015: 4.541 unit, dari 6 produk yang dijual, paling laris Chevrolet Spin (3.552 unit)
2016: 1.593 unit, dari 5 produk yang dijual, paling laris Chevrolet Trax (1.570 unit)
2017: 3.617 unit, dari 6 produk yang dijual, paling laris Chevrolet Trax (1.969 unit)
2018: 2.509 unit, dari 6 produk yang dijual, paling laris Chevrolet Trax (1.454 unit)
2019 (Januari-Septeber): 970 unit, dari 4 produk yang dijual, paling laris Chevrolet Trax (551 unit)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X