Motor Klasik dan Retro Pabrikan Tak Usik Industri Dunia Kustom

Kompas.com - 26/09/2019, 15:42 WIB
BMW R NineT Racer Stanly/KompasOtomotifBMW R NineT Racer
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak agen pemegang merek (APM) sepeda motor mulai meluncurkan produk-produk baru dengan gaya kustom. Banyak APM yang mengambil tema retro maupun klasik.

Selain untuk mengejar kemudahan bagi konsumen agar tak perlu banyak melakukan modifikasi, langkah ini dilakuan karena maraknya perkembangan dunia kustom Tanah Air belakangan ini.

Beberapa APM yang gencar meluncurkan produk bertemakan motor kustom salah satunya seperti produk keluaran PT Astra Honda Motor (AHM), BMW Motorrad, dan Kawasaki.

Selain itu juga masih ada motor keluaran China yang mencoba eksis dengan jajaran produk bergaya klasik layaknya Benelli.

Komunitas Honda Rebel belajar safety riding.Istimewa Komunitas Honda Rebel belajar safety riding.

Baca juga: Siap Digelar, Kustomfest 2019 Ambil Tema Penuh Makna

Lantas apakah dengan kehadiran motor-motor pabrikan ini bisa mempengaruhi perkembangan dunia kustom yang berlahan sudah mulai menjadi sebuah industri tersendiri ?

Menjawab hal ini, salah satu builder senior yang juga merupakan pengagas Kustomfest, Lulut Wahyudi, menjelaskan bila kehadiran motor kustom pabrikan tidak akan menyurutkan industri motor kustom. Bahkan seharusnya menjadi peluang tersendiri.

Kawasaki W175KOMPAS.com / Gilang Kawasaki W175

"Untuk builder yang memang memiliki tren, harusnya fenomena ini menjadi sebuah ladang dan tantangan tersendiri. Contoh, mengembangkan komponen kustom, atau pun part variasi buat motor keluaran pabrikan agar bisa tampil lebih beda lagi Jadi bukan langsung justru dianggap menjadi kompetisi, itu persepsi yang salah," ujar Lulut kepada Kompas.com akhir pekan lalu.

Lebih lanjut Lulut juga mengatakan bila antara motor kustom buatan builder dan pabrikan tidak bisa disamakan. Mulai dari segi estetika, nilai, sampai dari sisi kreatifitasnya.

Baca juga: 5 Motor Kustom Unik, Ada Honda Tiger dan RX-King

Menurut Lulut, secara nilai akan jauh lebih tinggi buatan para builder. Karena proses rancang bangunnya dibuat spesifik dan memilik isisi unik tersendiri yang tak bisa disamakan dengan motor pabrikan.

The Falcon - Queen Lekha Choppers The Falcon - Queen Lekha Choppers

"Motor kustom itu dibangun untuk satu orang, beda dengan motor pabrikan yang massal. Proses rancang bangun motor kustom itu juga lebih detail, beda dengan tingkatan memodifikasi yang hanya sekadar merubah saja," ucap Lulut.

"Harusnya para builder lebih melihat kehadiran motor kustom pabrikan sebagai tantangan dan peluang. Dengan begitu mereka bisa lebih terpacu lagi untuk menciptakan DNA-DNA kustom baru yang unik dan beda dari lainnya," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X