Tips Bagi yang Berniat Memelihara VW Kodok

Kompas.com - 10/09/2019, 11:02 WIB
VW Kodok klasik. AutoblogVW Kodok klasik.

JAKARTA, KOMPAS.comVolkswagen Beetle atau yang biasa dipanggil VW Kodok merupakan salah satu mobil ikonik yang sudah lama beredar di Indonesia. Belakangan model terbaru Beetle sudah berhenti diproduksi, namun model bekasnya tetap diminati. Terutama Beetle keluaran awal yang hadir pada periode 1950-an sampai 1970-an.

Bagi pemula yang baru tertarik dengan VW Kodok dan ingin mengoleksinya, wajib memperhatikan beberapa hal sebelum mendapatkannya. Paling utama perihal kondisi unit, harga bekasnya, serta ketersediaan suku cadangnya.

Didit Soedarto, Ketua Harian 1 Volkswagen Indonesia Association (VIA), mengatakan jika VW Kodok yang beredar di Indonesia kebanyakan merupakan model yang berkapasitas 1.200 cc.

Baca juga: Lihat Modifikasi VW Kodok 1973 Jadi Mobil Listrik [VIDEO]

VW Kodok bermesin listrikKOMPAS.com/Gilang VW Kodok bermesin listrik

“Mesin ini termasuk yang paling banyak di Indonesia, kemudian diikuti tipe mesin 1.300 cc dan 1.500 cc. Tapi kalau ada yang 1.600 cc, ada yang diupgrade, atau dia CBU. Tapi mungkin ada yang pernah dengar 1.800 cc atau 2.000 cc, itu sudah pasti dimodifikasi sendiri,” bukanya kepada Kompas.com (7/9/2019).

Menurutnya, VW Kodok yang hadir di Indonesia berasal dari berbagai negara yang memproduksi Volkswagen Beetle. Baik itu di Eropa, Asia, ataupun Amerika Latin. Namun begitu APM Volkswagen (PT Garuda Mataram Motor) berdiri, semua VW Kodok yang beredar di Tanah Air merupakan versi CKD.

Harga VW Kodok

Sebagai salah satu kendaraan klasik, harga VW Kodok terbilang gelap. Artinya tak ada patokan pasti perihal harganya, semua sangat tergantung dengan kondisi mobil, serta kelengkapannya.

Baca juga: Ada yang Beda Dari Jambore Nasional ke-50 Pecinta VW di Indonesia

Salah satu contoh Volkswagen Beetle klasik (kiri) dan modern (kanan) milik para anggota klub VW Beetle Club Indonesia.Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu contoh Volkswagen Beetle klasik (kiri) dan modern (kanan) milik para anggota klub VW Beetle Club Indonesia.

“Kalau kita bicara mobil klasik, enggak ada harga turun. Semua menanjak. Karena apa? Mobilnya itu-itu aja, jumlahnya tidak bertambah, jadi memang makin mahal,” kata Didit.

Ia mengatakan, bahkan ada salah satu model VW Kodok yang bisa dijual dengan harga Rp 1,2 miliar. Sebab model tersebut direstorasi sedemikian rupa sampai mendekati aslinya, dan disebut menjadi VW Kodok termahal yang dijual di Indonesia.

Sementara untuk VW Kodok klasik yang dikategorikan rapih, sehat, serta masih nyaman dipakai berada di kisaran ratusan juta rupiah. Terutama bagi VW Kodok lansiran tahun 1970 ke bawah, menurut Didit harganya bisa mencapai Rp 400 jutaan hingga Rp 500 jutaan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X