Marak Pelat Nomor Palsu, Polisi Ingatkan Pentingnya Konfirmasi ETLE

Kompas.com - 31/07/2019, 12:48 WIB
Sebuah mobil yang ditindak polisi pada Kamis (26/7/2018). Dari foto, terlihat mobil yang ditindak menggunakan dua pelat nomor, masing-masing B 2276 TZA dan B 2279 TZA. Tujuannya untuk mengakali peraturan ganjil genap. Instagram/TMC Polda Metro JayaSebuah mobil yang ditindak polisi pada Kamis (26/7/2018). Dari foto, terlihat mobil yang ditindak menggunakan dua pelat nomor, masing-masing B 2276 TZA dan B 2279 TZA. Tujuannya untuk mengakali peraturan ganjil genap.
|

JAKARTA, KOMPAS.com -Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengingatkan para pengendara yang terkena tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement ( ETLE) untuk melakukan konfirmasi pelanggaran.

Hal ini guna mencegah kasus pemalsuan pelat nomor kendaraan sebagaimana yang terjadi pada Radityo Utomo beberapa waktu lalu.

"Penting untuk para pengendara untuk segera melakukan konfirmasi bila terkena ETLE. Mau benar atau tidak bahwa itu kendaraannya, harus lakukan konfirmasi," kata Nasir saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Baca juga: Viral, Pelat Nomor Palsu Terekam Kamera E-TLE

Caranya tidak sulit, lanjut dia. Konfirmasi bisa dilakukan melalui website https:// etle-pmj.info atau melalui whatsapp ke nomor yang tertera. Bila dipesan tersebut terdapat barcode, pelanggar dapat lakukan konfirmasi lewat ponsel.

"Batas konfirmasi adalah lima hari sejak surat dikeluarkan. Jawaban konfirmasinya adalah; Iya mobil saya dan saya melakukan pelanggaran, iya mobil saya dan saya tidak melakukan pelanggaran, atau bukan mobil saya dan saya tidak melakukan pelanggaran," ujar Nasir.

Jika masih ragu, dalam situs tersebut juga akan ada cuplikan video pelanggaran yang dimaksud berserta informasi lengkap tentang kendaraan sesuai dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Baca juga: Cara Bedakan Pelat Nomor Resmi dan Palsu

Setelah dilakukan konfirmasi, petugas akan mengirimkan surat lanjutan berupa surat tilang elektronik yang lengkap dengan jenis pelanggaran dan biayanya.

"Pelanggar juga berhak memilih penebusan tilang, boleh dengan membayar denda secara langsung lewat bank (tilang elektronik) atau melalui pengadilan," kata Nasir.

"Jika memang pelat nomor tidak sesuai (dipalsukan), harap lapor," ujarnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X