Instalasi Home Charging Mobil PHEV Jangan Sembarangan

Kompas.com - 29/07/2019, 07:35 WIB
Bagian sasis, mesin, motor elektrik, baterai dari Mitsubishi Outalder PHEV. KOMPAS.com/Agung KurniawanBagian sasis, mesin, motor elektrik, baterai dari Mitsubishi Outalder PHEV.

TANGERANG, KOMPAS.com - Sebelum memboyong mobil rendah emisi berkategori Plug-in Hybrid Electrified Vehicle ( PHEV), ketersediaan daya listrik rumah dan sistem pembuangan energi atau grounding harus sudah mendukung.

Sebab, sebagaimana dikatakan Boediarto, Head of Technical Service & CS Support Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), pengisian daya mobil PHEV yang baik adalah dilakukan secara normal di rumah atau normal charging. Justru supaya baterai awet, konsumen lebih dianjurkan menghindari fast charging.

"Rekomendasinya itu adalah baterai dilakukan normal charging, dicas semalaman. Jangan quick charge. Sebab, terlalu sering menggunakan metode quick charge bisa memperpendek usia baterai," katanya di GIIAS 2019, Tangerang, Jumat (26/7/2019).

Baca juga: Sudah Laku 40 Unit, Berikut Plus-Minus Miliki Outlander PHEV

Untuk instalasi home charger, jelas Boediarto, rumah konsumen minimal harus memiliki daya listrik 3.600 watt dan juga wajib memiliki sistem pentanahan atau grounding yang baik.

Mitsubishi resmi masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dengan memasarkan model baru, Outlander PHEV di GIIAS 2019.Gilang Satria/Kompas.com Mitsubishi resmi masuk ke segmen kendaraan ramah lingkungan dengan memasarkan model baru, Outlander PHEV di GIIAS 2019.

Sebab, kondisi grounding yang baik dapat menghantar arus listrik langsung ke tanah apabila terjadi kebocoran isolasi atau korslet. Jadi, tubuh tidak langsung tersengat listrik. Terlebih home charger membutuhkan daya listrik yang besar.

" Outlander PHEV itu butuh sekitar 3.600 watt, kalau misalnya punya rumah AC 1 PK ada 10 unit, berarti saat AC hidup semua di rumah itu butuh kira-kira 10.000 watt, tapi kalau tidak hidup semua AC-nya, sanggup untuk ngecas PHEV," ucap Boediarto.

Baca juga: Mitsubishi Puas dengan Penerimaan Outlander PHEV

Sedangkan untuk konsumen yang tinggal di apartment, dirinya mengatakan, pihak Mitsubishi Indonesia akan lakukan peninjauan kembali soal perizinan instalasi home charger-nya. Bila tidak diizinkan, pemilik tetap mendapatkan home charger walau belum terpasang dan akan dilakukan penjajakan lebih lanjut.

"Biaya perangkat home charger dan instalasinya termasuk masalah grounding itu gratis. Itu sudah masuk salah satu layanan jaminan yang diberikan MMKSI," kata Boediarto.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X