Pahami "Efek Karambol" Akibat Tidak Pakai Seat Belt

Kompas.com - 30/05/2019, 10:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Setiap mobil yang ada sekarang wajib hukumnya dibekali dengan sabuk pengaman alias seat belt. Komponen keselamatan ini juga wajib diberikan pada setiap penumpang mobil sesuai kapasitasnya.

Di Indonesia, kesadaran untuk wajib menggunakan seat belt atau sabuk pengaman memang masih rendah. Masih banyak pengendara yang beranggapan cukup penumpang di barisan terdepan yang wajib memakai seat belt.

Baca juga: Cek Masa Pakai Seat Belt Mobil Anda

Padahal, penggunaan seat belt sudah tertuang diatur dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LJAL). Peraturan tersebut menerangkan tentang fungsi sabuk pengaman yang dapat membantu pengguna kendaraan untuk memperkecil risiko terjadinya luka akibat kecelakaan.

Dengan memakai seat belt, posisi badan dapat tertahan agar tetap berada di jok dan tidak terpental saat terjadi benturan akibat kecelakaan. Jika penumpang di barisan kedua atau ketiga tidak menggunakan seat belt saat terjadi benturan keras, dapat terjadi yang namanya "efek karambol".

Baca juga: Mengenal Karakter dan Cara Kerja Seat Belt Pretensioner

"Ketika terjadi pengereman atau tabrakan, orang yang tidak pakai seat belt akan bergerak dengan kecepatan semula mobil tersebut. Misalkan kecepatan mobil 60 kpj, maka orang yang tidak pakai seat belt juga akan terdorong ke depan dengan kecepatan 60 kpj," jelas Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).

Jusri menambahkan, penumpang yang terpental ke depan bukan hanya melukai dirinya sendiri. Tapi, berpotensi juga mencederai penumpang lainnya. Maka itu, wajib menggunakan seat belt, baik pengemudi, penumpang barisan depan, dan barisan belakang.

Dalam beberapa kasus kecelakaan, penumpang baris kedua dan terakhir mengalami cedera yang lebih parah daripada baris pertama. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak memakai seat belt.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.