Kompas.com - 22/05/2019, 16:42 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Animo masyarakat terhadap motor bebek berpenampilan retro ternyata di luar dugaan. Honda Super Cub C125 contohnya, bebek ini laku keras hingga konsumennya harus inden sampai 2020.

Meski pasar bebek retro modern terlihat cukup potensial, tapi Astra Honda Motor (AHM) mengatakan tidak mau aji mumpung membawa model lain ke Indonesia, seperti Honda Super Cub 110 atau Super Cub 50.

Baca juga: Inden Honda Super Cub C125 Sampai 2020

"Sejauh ini kita belum ada rencana ke arah situ. Saat ini kami masih fokus untuk memenuhi permintaan Super Cub C125," kata Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran AHM, kepada Kompas.com yang ditemui Senin (20/5/2019).

Keputusan Honda menahan kedatangan Honda Super Cub 110 akhirnya menjadi berkah buat para importir umum (IU). Nasibnya mirip seperti Honda Monkey Z125 yang sudah ramai masuk ke Indonesia lewat jalur importir.

Baca juga: Daftar Motor Bebek Mei 2019, Super Cub C125 Naik Harga

Salah satu importir yang telah memasukkan Super Cub 110 ialah Safari Motor yang bermarkas di Ciledug. Konsumennya juga bukan pembeli bebek entry level untuk pemakaian tiap hari, karena motor ini adalah motor hobi.

Honda Super Cub 110 merupakan salah satu produk yang laris manis di Thailand dan negara asalnya, Jepang. Jika Super Cub C125 dibanderol Rp 55 jutaan di Indonesia, di Jepang, Super Cub 110 hanya Rp 37 jutaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.