Polisi Akan Kawal Bus AKAP yang Menuju Jakarta

Kompas.com - 21/05/2019, 07:42 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Terminal Kamoung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (19/6/2018) STANLY RAVELMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Terminal Kamoung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (19/6/2018)
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Surat terbuka untuk Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dari pengusaha otobus yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), akhirnya dijawab oleh Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi.

Untuk mengakomodir aspirasi keberatan pengusaha bus soal penerapan one way selama 24 jam penuh ketika puncak arus mudik Lebaran, Budi mengatakan telah berkoordinasi dengan Korlantas Polri sebagai penentu kebijakan di lapangan. Budi meminta agar kepentingan masyarakat dalam hal ini pemilik bus yang keberatan dengan kebijakan tersebut diperhatikan.

"Tadi saya bicara dengan Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Benyamin, saya sarankan akomodir apa yang menjadi pemikiran pemilik bus. Misalnya bisa kemungkinan diberikan ruang waktu katakan 6 jam atau beberapa jam (tidak satu arah) sehingga ada arus tertentu yang bisa mungkin dari timur ke barat," ujar Budi dalam keterangan resminya, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Surat Terbuka Pengusaha Otobus untuk Jokowi

Budi menjelaskan penerapan one way sebenarnya sudah memperhatikan arus kendaraan yang akan datang dari arah timur menuju Jakarta. Karena dari itu, sistem satu arah tidak dilakukan dari Jakarta, melainkan Cikarang agar dari Cikarang sampai Jakarta tetap bisa dilalui dua arah.

Terkait kewenangan satu arah di sejumlah ruas tol, Budi juga menegaskan bila pihaknya telah memberikan kewenangan untuk melakukan diskresi lalu lintas kepada Korlantas Polri. Sehingga nantinya akan dipikirkan sejumlah opsi lainnya.

Scania Trans JawaKOMPAS.com / Aditya Maulana Scania Trans Jawa

Sementara itu, Benyamin mengatakan ada kemungkinan bila penerapan one way nanti tidak akan dilakukan selama 24 jam penuh. Sifatnya akan dibuat situasional yang akan hanya diberlakukan pada jam-jam ramai sehingga pengguna tol yang mau masuk Jakarta bisa melintas.

"Kita punya peluang ada waktu-waktu tertentu, biasanya di malam hari, yang arus kendarannya tidak terlalu padat pada saat keberangkatan dari Jakarta," ucap Benyamin.

Pengawalan

Secara terpisah, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, menjelaskan bila ada wacana bila nanti bus-bus AKAP akan dikawal oleh kopolisian ketika melintasi jalur arteri.

Baca juga: Pengusaha Otobus Minta Pemerintah Perhatikan Juga Jalan Penunjang

Langkah ini dilakukan agar bus tersebut bisa leluasa untuk sampai di terminal yang ada di Jakarta guna menjemput penumpang. Bambang menjelaskan hal ini sangat memungkinkan agar tidak ada keterlambatan dan penumpukan penumpang .

Petugas melakukan pengawalan bus atlet di jalan tol.PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Petugas melakukan pengawalan bus atlet di jalan tol.

"Mereka minta dibuka satu ruas untuk arah ke Jakarta, tapi itu tidak mungkin karenakan dari sisi potensi keselamatan berisiko. Infonya sementara nanti kalau terjadi kepadatan bus-bus tersebut akan dikawal oleh kepolisian saat melintasi arteri agar bisa cepat sampai untuk menjemput penumpang," kata Bambang di Jakarta kepada Media.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X