Rider Berkacamata, Simak Tips Pilih Helm yang Nyaman - Kompas.com

Rider Berkacamata, Simak Tips Pilih Helm yang Nyaman

Kompas.com - 03/12/2018, 12:16 WIB
Ragam helm impor di IMOS 2018Kompas.com/Setyo Adi Ragam helm impor di IMOS 2018

JAKARTA, KOMPAS.com - Helm menjadi perangkat wajib untuk berkendara sepeda motor di jalan raya. Alat perlindungan ini harus dikenakan pada setiap orang, tidak terkecuali para pengendara dengan mata minus atau berkacamata.

Tapi bagaimana dengan pemilihan helm untuk orang berkacamata? Pengurus komunitas Belajar Helm, Salcomo Eato mengungkapkan helm untuk berkendara baiknya model full face untuk keamanan. Ini juga berlaku bagi yang berkacamata.

“Untuk pemilihannya, baiknya jangan pernah tidak mencoba langsung helm yang diinginkan. Buat orang berkacamata, pad atau busa serta bentuk helm memiliki sedikit ruang bagi gagang kacamata agar nyaman dipakai,” ucap Eaoto saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Pastikan juga area pandangan dari helm tersebut cukup luas. Jangan memilih visor kecil sebab fokus pengendara berkacamata cukup terbatas.

Baca juga: Musim Hujan Pakai Cairan Anti-Fog di Helm, Perhatikan Ini

Soal model saat ini juga sudah ada helm modular, seperti full face dengan bagian rahang dapat dibuka hingga menjadi half face. Helm ini cocok untuk pengendara kacamata karena akses mengenakan kacamata yang cukup lebar tanpa harus lewat visor.

"Pokoknya coba dulu. Biasanya juga mengikuti bentuk muka, apakah bulat, lonjong dan sebagainya. Helm seperti Arai, Nolan, itu punya busa khusus untuk penggunaan kacamata. Helm lokal seperti KYT juga ada yang mengakomodir kebutuhan pengendara kacamata ini," ucap Eato.

Meski untuk pilihan model sebenarnya kembali lagi ke kesadaran keamanan serta kenyamanan masing-masing pengendara. Jika dirasa helm half face lebih nyaman, pastikan kecepatan sepeda motor tidak terlalu kencang.

“Seperti half face, kecepatan yang direkomendasikan penggunaannya sekitar 60 kpj. Masih ok. Kembali lagi ke mental bawa motornya, kalau pakai half face terus dia pakai moge, itu tentu lebih beresiko. Bicara aman jelas full face, termasuk bicara bahan helm premium berbeda dengan helm non premium,” ucap Eato.



Close Ads X