Bukan Euro IV yang Dikhawatirkan Isuzu Buat Keberlanjutan Panther

Kompas.com - 27/11/2018, 18:02 WIB
Isuzu Panther Grand Touring kompas.comIsuzu Panther Grand Touring

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah telah menetapkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bio solar 20 (B20) terhitung awal September lalu bagi kendaraan yang tidak disubsidi atau non public service obligation (PSO). Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan penerapan Euro IV bagi mesin diesel pada 2021 mendatang.

Salah satu produsen mobil yang dikenal dengan mesin dieselnya adalah Isuzu. Tapi bagaimana persiapan mereka terkait Euro IV bagi model MPV Panther?

"Ke depannya Panther masih kita terus studi. Soal Euro IV, mesin Isuzu hampir semua sudah siap dengan standar emisi itu," ucap CEO PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Joen Boedi Putra saat ditemui, Selasa (27/11/2018).

Secara implisit Joen berharap pada produk MPV Isuzu ini untuk terus dapat ditawarkan pada konsumen Tanah Air. Tapi ia enggan mengatakan apa yang membuat sampai saat ini Panther belum mendapatkan pembaruan.

Soal Euro IV sendiri Joen tidak terlalu mengkhawatirkan akan jadi masalah bagi Panther. Yang menurutnya lebih penting adalah penerimaan pasar bagi produk MPV bermesin diesel tersebut.

Baca juga: Isuzu Belum Lupakan Panther

"Kita harus lihat volume-nya berapa, sesuai tidak. Balik lagi soal hitung-hitungan, kita kan dagang. Jadi sampai saat ini (pembaruan) Panther masih kita studi," ucap Joen.

Isuzu melihat tren pasar seperti apa termasuk kebijakan pemerintah yang baru di tahun depan. Dampak ini yang harus diikuti karena jika tidak, Panther tidak bisa bertahan.

Joen juga meyakinkan Panther masih dipandang sebagai amunisi Isuzu di Indonesia oleh pihak prinsipal. Meski demikian Joen mengingatkan, bila produk sudah diciptakan mereka harus bertanggung jawab untuk keberlangsungan ke depannya.

"Termasuk soal pembaruan seperti penambahan fitur baru pada Panther. Kita tidak mau mengganggu pasar ini, konsumen Panther itu setia, loyal dari tahun ke tahun. Itu kenapa kita tidak memberikan tambahan aneh-aneh," ucap Joan.

Dari catatan penjualan IAMI, Panther hingga Oktober 2018 mencatatkan penjualan sebesar 1.819 unit. Raihan ini turun dari angka pada periode yang sama tahun lalu yakni 2.111 unit. Tahun depan IAMI menargetkan Panther di angka 1.700-an unit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X