R25 Pakai Suspensi USD, Bukan untuk Tampilan - Kompas.com

R25 Pakai Suspensi USD, Bukan untuk Tampilan

Kompas.com - 10/11/2018, 08:22 WIB
Media mendapatkan kesempatan untuk menjajal R25 dan Freego di Sirkuit Sentul, BogorKompas.com/Setyo Adi Media mendapatkan kesempatan untuk menjajal R25 dan Freego di Sirkuit Sentul, Bogor

JAKARTA, KOMPAS.com - Yamaha telah menghadirkan pembaruan pada R25. Motor sport tersebut hadir dengan suspensi up-side down (USD) sehingga terlihat lebih sporty.

Namun penggunaan suspensi tersebut tidak hanya mengejar tampilan belaka. Ada yang diinginkan Yamaha untuk ikut berubah dari motor 250 cc tersebut.

General Marketing Aftersales Service & Motor Sport, M Abidin mengungkapkan R25 terbaru mengalami pengingkatan di keseimbangan berkendara yang membuatnya lebih nyaman dan lincah bermanuver.

“Melihat R25 terbaru ini jangan lihat up-side down-nya saja, tapi juga ubahan pada desain bodi baru, serta keseimbangan bobot yang berubah. Dulu 49,3 sama 50,7 dengan perubahan tempat duduk juga suspensi USD maka wight balance jadi 50:50. Perubahan tangki direndahkan 20 mm dan sedikit melebar,” ucap Abidin yang ditemui Kamis, (8/11/2018).

Baca juga: Ada Lubang di Fairing R25 Terbaru, Untuk Apa?

Abidin menjelaskan, fungsi suspensi depan tidak jauh berbeda dengan model teleskopik yakni ada fungsi damper dan rebound. Namun untuk ukuran stroke dikatakan lebih panjang.

Bocoran spesifikasi Yamaha soal suspensi up-side down dari Kayaba ini memiliki ukuran inner tube 37 mm. Untuk ukuran front for stroke 130 mm.

Ukuran pegasnya, saat tidak dalam tekanan memiliki panjang 293,4 mm dengan ukuran spring rate 19,6 Nm/mm. Damping force, dengan ukuran tekanan 485 N/0,3 m/s dan ukuran kompresi 580 N/1,0 m/s. 

Untuk takaran pelumas, oli suspensi yang direkomendasikan adalah 10 W atau yang setara. Volumenya setiap tabung 356 cm kubik dan oli levelnya berada di 84 mm.

“Dimensinya lebih besar, otomatis handling motor kemudi depan suspensi menjadi penting. Terutama saat manuver. Peran up-side down tidak terlalu berbeda jauh, kalau dikombinasi dengan weight balance dan posisi duduk menjadi sebuah kombinasi yang tepat,” ucap Abidin.



Close Ads X