Motor Terendam Air Laut, Waspada Masalah Kelistrikan

Kompas.com - 02/10/2018, 08:22 WIB
Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPuing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.
Penulis Stanly Ravel
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Selain mobil, sepeda motor juga ikut menjadi korban rendaman air laut akibat bencana gempa dan tsunami di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Bagi yang akan mengevakuasi, baiknya pemilik memperhatikan kondisi kelistrikan selain masalah mesin.

Menurut Head of Service 4W & 2W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Riecky Patrayudha, paling utama soal kelistrikan adalah mengecek bagian soket yang menjadi jalur sambungan kabel ke komponen elektrik lainnya pada kendaraan.

"Prosesnya dibilas dulu dengan air bersih, usai itu cek kabel terutama soket-soket. Pada umumnya soket motor memang dirancang lebih kedap dan kuat dari mobil, tapi masalahnya ini adalah air laut, jadi baiknya lakukan pengecekan," ujar Riecky saat dihubungi Kompas.com, Senin (1/10/2018).

Baca juga: Komponen Motor yang Wajib Diperhatikan Pasca-Bencana Alam

Meski rata-rata komponen kelistrikan terbuat dari material plastik dan karet, namun saat terkena air laut yang memiliki kandungan garam cukup tinggi, tetap ada imbasnya. Riecky menyarankan bila kondisi semua kabel belum kering, upayakan untuk tidak menyalakan kontak lebih dulu.

Kerusakan akibat gempa bumi yang melanda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Kerusakan akibat gempa bumi yang melanda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak.

Terlebih motor-motor berteknologi injeksi yang ada saat ini semua perangkat elektroniknya sudah terkoneksi dengan engine control unit atau ECU. Sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti korseleting, akan membuat kerusakan pada ECU.

Baca juga: Cegah Motor Rusak Berat saat Terendam Banjir

Selain Riecky, Slamet teknisi bengkel umum di kawasan Condet, Jakarta Timur, juga menyarankan pemilik motor untuk langsung melepas kabel positif dan negatif pada aki. Hal ini berguna untuk memutus aliran listrik ke ECU.

"Aki itu kan sumber kelistikan, meski motor dalam kondisi mati akan tetap menyalurkan listik. Kalau dalam kondisi terendan air apalagi air laut yang merupakan pengantar listrik yang baik, efeknya ECU akan terus menerima aliran listrik dalam jumlah yang berlebihan," ucap Slamet.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.