Komponen Motor yang Wajib Diperhatikan Pasca-Bencana Alam

Kompas.com - 01/10/2018, 18:02 WIB
Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPuing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa bumi dan tsunami melanda kota Donggala, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Selain kerusakan pada infrastruktur, kerusakan juga dialami para pemilik sepeda motor di kota tersebut.

Tertimpa bangunan, terendam air, adalah kondisi sepeda motor yang terlihat di beberapa dokumentasi mengenai gempa diabadikan Kompas.com. Meski masih berjuang untuk pemulihan kehidupan di sana, bagi para pemilik motor yang ingin memperbaiki motornya perlu memperhatikan beberapa bagian agar menghidupkan kembali sepeda motor mereka.

"Sebenarnya hampir mirip dengan kejadian banjir di Jakarta. Perhatian yang diperlukan adalah filter udara, busi, oli mesin dan kelistrikan," ucap kepala mekanik Pitline Garage, Paul saat ditemui KOMPAS.com, Senin (1/10/2018).

Paul mengungkapkan jika motor bekas terendam air atau bekas tertempel debu reruntuhan bangunan baiknya diganti. Paul bahkan menyarankan membuang busa filter dan membiarkan filter tanpa busa karena bengkel pasti sedang tidak beroperasi.

Baca juga: Bagaimana Klaim Asuransi, tapi Dokumen Hilang karena Bencana?

Kedua pastikan busi masih berfungsi kalau terendam lama ganti dengan busi baru. Cara lain, bersihkan busi dengan amplas dan sikat besi sampai kering.

"Atau kalau biasanya yang dilakukan menggunakan engkol motor. Coba berkalli-kali sampai busi mengering dan terdapat percikan api," ucap Paul.

Bagian oli mesin kendaraan wajib diganti sebab dikhawatirkan sudah bercampur dengan air. Ingat motor yang baru diambil dari reruntuhan atau tempat bencana jangan langsung coba dihidupkan sebab bisa jadi kerusakan akan tambah parah.

"Ini juga berlaku untuk bagian kelistrikan. Jangan coba dinyalakan dulu, bongkar motor hingga ke kabel-kabel, keringkan sampai benar-benar kering. Kalau motor yang hanya tertimpa bangunan mungkin tidak seribet yang terendam ya," ucap Paul.

Pihak produsen sepeda motor saat ini terus berupaya mengaktifkan kembali layanan mereka di daerah bencana. Saat ini layanan bengkel dipastikan belum beroperasi karena masih berkonsentrasi pada pemulihan kondisi di sana.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X