BMW M5 Kena Pembatasan Impor

Kompas.com - 07/09/2018, 13:02 WIB
BMW M5 edisi tahun kuda, dipasarkan untuk merayakan Imlek di China. BMWBMW M5 edisi tahun kuda, dipasarkan untuk merayakan Imlek di China.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sudah mengumumkan untuk melakukan pembatasan impor kendaraan 3.000 cc ke atas. Ini dilakukan untuk memaksimalkan produksi kendaraan di dalam negeri dalam menghadapi kondisi ekonomi terkait nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

BMW Group Indonesia salah satu yang memiliki produk mobil di atas 3.000 cc yakni BMW M5. Mobil sport tersebut mengusung mesin 4.395 cc dengan banderol Rp 4,06 miliar on the road.
Vice President of Corporate Communication BMW Group Indonesia Jodie Otania menanggapi perihal kebijakan pemerintah terbaru ini. Termasuk untuk model M5.

"M5 ini merupakan model khusus yang pejualannya tidak seperti model BMW lainnya. Berdasarkan permintaan saja (by request). Penjualannya tidak sebanyak model BMW lainnya," ucap Jodie saat ditemui Kamis (7/9/2018).

Jodie mengingatkan, BMW sudah memulai proses perakitan sejak 1976. Pada 2011 lalu BMW Group Indonesia juga menginvesstasikan Rp 100 miliar untuk pengembangan bisnisnya.

Baca juga: Soal Pelemahan Rupiah BMW Bergeming

Sampai saat ini ada enam model BMW yang sudah dirakit secara lokal yakni Seri 3, Seri 5 dan Seri 7 serta X1, X3 dan X5. Ini sekitar 80 persen produk BMW di Indonesia.

"Jadi bicara pembatasan impor itu ke produk CBU, model yang niche market untuk BMW. Jadi sampai saat ini dampaknya belum terasa," ucap Jodie.

Bicara mengenai pembatasan terhadap mesin 3.000 cc, Jodie menegaskan BMW memiliki teknologi Efficient Dynamic. Salah satunya hadir dengan mesin kecil dengan performa besar namun dengan konsumsi bahan bakar yang irit.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X