Honda Bicara soal Nasib BR-V - Kompas.com

Honda Bicara soal Nasib BR-V

Kompas.com - 31/08/2018, 07:42 WIB
Honda BR-V dibawa ke kawasan Kamojang, Garut, Jawa Barat.HPM Honda BR-V dibawa ke kawasan Kamojang, Garut, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com — Lemasnya penjualan Honda BR-V ternyata tak membuat Honda Prospect Motor (HPM) menyerah. Meski secara penjualan tak semantap rivalnya, Rush-Terios atau bahkan saudaranya sendiri, Mobilio, HPM tetap optimistis BR-V memiliki konsumennya sendiri.

Meski demikian, Honda mengakui bahwa produk baru seperti Xpander dan Wuling memang berpengaruh terhadap penjualan BR-V. Kondisi ini pun dianggap sebagai fenomena yang normal.

"Kalau memang konsumen memilih model baru itu biasa, ditanya apakah adanya model baru memberikan efek, ya punya. BR-V meneruskan saja sisanya, sejauh ini BR-V, okelah," ujar Marketing & After Sales Service Director HPM Jonfis Fandy, di Serpong, Rabu (29/8/2018)

Baca juga: Rasa Lama Suasana Baru di HR-V Spesial Edition

Masalah saat ini BR-V sedang menurun, menurut Jonfis, memang karena faktor pasar. Dia pun mengatakan tidak mungkin untuk memaksakan konsumen membeli BR-V saat sedang ada produk baru.

Jonfis menjelaskan, Honda sejauh ini sudah memasarkan platform BR-V dan Mobilio lebih dari 300.000 lebih, sampai sekarang pun masih berjalan. Sementara rival barunya belum kelihatan ujungnya seperti apa karena mereka baru.

Honda BR-V mengalami penyegaran tampilan minor, terjadi ubahan pada desain bemper, dan beberapa detail lain.KOMPAS.com/Aditya Maulana Honda BR-V mengalami penyegaran tampilan minor, terjadi ubahan pada desain bemper, dan beberapa detail lain.

"Yang lain mungkin baru mulai dari nol, jadi kita tidak tahun end up-nya seperti apa, setahun, dua tahun, sampai empat tahun nanti seperti apa kita tidak tahu. Yang pasit BR-V sampai saat ini punya konsumen sendiri," kata Jonfis.

Baca juga: BR-V Jadi Jagoan Honda di Juni 2018

Ketika disinggung soal pembaruan untuk BR-V, Jonfis menjelaskan, memang ada rencana untuk ke sana. Hal tersebut memang penting dilakukan untuk menggerakan minat konsumen kembali, tetapi untuk waktunya dia masih enggan menjelaskan lebih detail.

"Ada rencana ke sana, tapi tidak mungkin untuk selalu melakukan perubahan tiap tahun, setiap ada produk baru terus kita ikut rubah juga, itu tidak mungkin. Nanti saatnya kita ada produk baru kita akan enjoy juga, yang lain tertekan," kata Jonfis.



Close Ads X