Perdana, Festival Hari Anak Toyota di Bandung - Kompas.com

Perdana, Festival Hari Anak Toyota di Bandung

Kompas.com - 13/07/2018, 15:02 WIB
Festival Hari Anak Toyota yang diselenggarakan di Bandung.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Festival Hari Anak Toyota yang diselenggarakan di Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Sambut Hari Anak Nasional yang bakal diperingati pada 23 Juli nanti, PT Toyota-Astra Motor (TAM) resmi membuka Festival Hari Anak Toyota, Jumat (13/7/2018) untuk pertama kalinya. Ini juga disebut sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Keluarga Nasional di 30 Juni lalu.

Kegiatan untuk merangsang kreativitas dan edukasi untuk anak-anak tersebut berlangsung selama dua hari, 14-15 Juli 2018 di Taman Lalu Lintas Bandung. Festival ini juga tak terbatas kalangan tertentu, tapi dibuka untuk publik khususnya masyarakat kota Bandung dan sekitarnya.

Darmawan Widjaja, Finance and Administration Director PT Toyoya Astra Motor menuturkan, Toyota sendiri punya komitmen yang tidak hanya pengembangan bisnis yang baik dan sehat, tapi juga kepedulian dalam perbaikan masyarakat dan lingkungan.

Baca juga: Meluncur Sesaat Lagi, Toyota Supra Mulai Berani ?Go Public?

Festival Hari Anak Toyota di Bandung.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Festival Hari Anak Toyota di Bandung.

“Melalui acara Festival Hari Anak Toyota ini, harapannya bisa menghadirkan kebahagian bagi keluarga yang datang. Keluarga yang bahagia diyakini akan menciptakan anak-anak yang bahagia pula, sehingga mampu mendorong kreativitas mereka dalam berkarya,” kata Darmawan, Jumat (13/7/2018).

Sepanjang acara, Toyota hadir dengan booth khusus di mana anakn-anak bisa mengikuti Kelas Seni Toyota, dengan berbagai aktivitas seperti pelatihan membuat sketsa, menggambar, melipat kertas (origami), doodle art, face painting, games, serta Safety Driving Class sebagai bagian dari edukasi dan paralelisasi, dengan objektifitas Taman Lalu Lintas Bandung.

Darmawan melaniutkan, pihaknya masih akan mereview kembali, apakah kegiatan ini akan dilakukan lagi dan menjadi kegiatan rutin. Jadi jika hasilnya positif maka tak menutip kemungkinan akan menjadi agenda rutin.

“Kami lihat animo masyarakat dahulu, kami pelajari lagi. Bisa jadi juga akan dilaksanakaan di kota lain jika berlanjut,” ujar Darmawan.


Komentar
Close Ads X