Renault Tak Akan Kuasai Penuh Nissan dan Mitsubishi

Kompas.com - 26/06/2018, 09:03 WIB
Aliansi 2022 : Renault, Nissan, dan Mitsubishi Aliansi 2022 : Renault, Nissan, dan Mitsubishi

TOKYO, KOMPAS.com – Sang arsitek aliansi Renault- Nissan- Mitsubishi, Carlos Ghosn menegaskan kemitraan ketiganya tak akan berubah dengan kepelimikan penuh oleh Renault. Mereka ingin menjaga kemandirian dan membedakan diri dengan Kerajaan Toyota atau Volkswagen.

Ini merupakan respon Ghosn dari banyak pertanyaan, apakah produsen otomotif asal Perancis tersebut bakal mencaplok dua merek Jepang tersebut, melansir dari Autonews dan Nikkei, Senin (25/6/2018).

Ghosn mengatakan saat memimpin rapat pemegang saham Mitsubishi Motors, siapa pun yang meminta Nissan dan Mitsubishi Motors untuk menjadi sepenuhnya anak perusahaan Renault, tak ada kesempatan untuk berhasil.

“Ada banyak contoh kegagalan ketika satu perusahaan mencoba mendominasi,” ujar Ghosn.

Baca juga: Kapan Produk Aliansi Mitsubishi Nissan Renault Terasa di Indonesia?

Mitsubishi Xpander diproyeksikan masuk ke ranah fleet oleh MMKSI untuk bersaing dengan Innova.MMKSI Mitsubishi Xpander diproyeksikan masuk ke ranah fleet oleh MMKSI untuk bersaing dengan Innova.

Dirinya coba meyakinkan investor, kemandirian masing-masing anggota aliansi akan dihormati, dan keputusan tentang modal dan kemitraan lainnya bakal mempertimbangkan kepentingan Mitsubishi. Ghosn sendiri adalah ketua dewan di masing-masing dari tiga pembuat mobil.

Sebuah kemitraan yang setara juga disebut Ghosn sangat penting untuk mempertahankan motivasi karyawan dan tetap kompetitif di pasar.

"Keragaman trio Renault-Nissan-Mitsubishi adalah kekuatan yang harus dipertahankan dan membedakan aliansi dari Toyota Motor atau Volkswagen," tutur Ghosn.

CEO Mitsubishi Motors, Osamu Masuko menambahkan, kemitraan tersebut mencerminkan kebijaksanaan untuk bertahan hidup dalam perubahan zaman. Perusahaan akan maju pada jalur pertumbuhan dengan secara efektif mengeksploitasi kekuatan aliansi.

Renault sendiri saat ini memegang 43,4 persen saham Nissan, di mana Nissan hanya punya 15 persen saham di Renault, atau tanpa hak suara sejak kemitraan dimulai pada 1999. Kemudian Mitsubishi masuk dalam aliansi, setelah Nissan menguasai 34 persen saham mereka pada 2016.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X