PCX Hybrid Bukan buat Irit, tapi buat "Ngebut" - Kompas.com

PCX Hybrid Bukan buat Irit, tapi buat "Ngebut"

Kompas.com - 20/04/2018, 13:41 WIB
Honda PCX HybridFEBRI ARDANI/KOMPAS.com Honda PCX Hybrid

JAKARTA. KOMPAS.com – Sistem hibrida pada PCX Hybrid bukan mengarah untuk efisiensi bahan bakar, namun menawarkan performa tambahan dari suplai torsi ekstra yang bersumber dari baterai lithium-ion 50,4 Volt – 4 Ah.

Jumpei Omori, Honda R&D Co., Ltd. Motorcycle R&D Center PCX Hybrid Large Project Leader menjelaskan, efisiensi bahan bakar PCX Hybrid cuma 2-3 persen lebih baik dari PCX standar. Hasil itu didapat dari pengujian internal Astra Honda Motor (AHM).

Baca juga : Motor Hibrida Pertama di Dunia Meluncur di Indonesia

Komponen tambahan pada Honda PCX Hybrid.FEBRI ARDANI/KOMPAS.com Komponen tambahan pada Honda PCX Hybrid.

Tujuan awal pengembangan PCX Hybrid, ungkap Jumpei, yaitu meningkatkan performa standar PCX tanpa mengubah struktur dasarnya. Ketimbang model standar, PCX Hybrid punya komponen tambahan berupa baterai aki (12 V 3 Ah), Power Drive Unit (PDU), ACG starter & motor assist, down regulator, junction unit, dan baterai lithium-ion.

“Kamilah yang pertama kali mengembangkan sistem hibrida pada sepeda motor. Motor dengan mesin hibrida dapat menghasilkan akselerasi dan tenaga lebih halus serta kuat, sesuai keinginan pengendaranya. Akan memberikan perasaan dan sensasi berkendara yang nyaman dan menyenangkan,” kata Jumpei, dalam materi presentasinya, Kamis (19/4/2018).

 

Beda torsi pada Honda PCX standar dan Hybrid.FEBRI ARDANI/KOMPAS.com Beda torsi pada Honda PCX standar dan Hybrid.

Pengoperasian

Bantuan torsi dari sistem hibrida didapat ketika pengendara memuntir pedal gas dengan cepat atau ibaratnya ketika pengendara membutuhkan akselerasi lebih cepat. Jumpei mengatakan torsi tambahan sebesar 20 – 30 persen lebih tinggi dari normal (PCX standar = 13,2 Nm). Torsi tambahan itu membutuhkan waktu tiga detik sampai titik maksimal.

“Bantuan itu diseting mengikuti besarnya bukaan sudut bukaan gas, dengan demikian performa dapat dipertahankan. Dan saat meningkatkan performa akselerasi di putaran bawah dan tengah,  bukaan gas menjadi responsif. Kami mewujudkan sensasi berkendara satu tingkat lebih tinggi daripada skutik CVT konvensional,” ucap Jumpei.

Baterai lithium-ion akan terisi ulang saat berkendara santai dengan sumber tenaga berasal dari ACG motor.

Instrument cluster pada Honda PCX Hybrid.FEBRI ARDANI/KOMPAS.com Instrument cluster pada Honda PCX Hybrid.

Spesifikasi Honda PCX Hybrid.FEBRI ARDANI/KOMPAS.com Spesifikasi Honda PCX Hybrid.
Spesifikasi

PCX Hybrid hanya punya satu pilihan warna, two tone Pearl Darkness Blue & Darkness Gray Metallic.

Model ini juga punya aksen biru di dalam lampu depan dan belakang, emblem “Hybrid” mobil Honda di bodi samping, panel instrument digital dengan indikator kapasitas baterai dan mode berkendara (D Mode, S Mode, dan Idling Mode), dan smart key dengan penutup biru, buat membedakannya dari PCX standar.

Tuas mode berkendara Honda PCX Hybrid.FEBRI ARDANI/KOMPAS.com Tuas mode berkendara Honda PCX Hybrid.

Fitur engine cut off pada Honda PCX Hybrid.FEBRI ARDANI/KOMPAS.com Fitur engine cut off pada Honda PCX Hybrid.
AHM belum menentukan harga resmi PCX Hybrid, namun prediksi sudah disebut, sebesar Rp 40 jutaan. Diakui AHM, pengenalannya di Indonesia Intenational Motor Show (IIMS) lebih cepat dari jadwal sebenarnya.

Baca juga : Harga Honda PCX Hybrid, Tembus Rp 40 Juta

Pengumuman harga model yang diklaim sebagai sepeda motor roda dua pertama berteknologi hibrida ini akan dilakukan pada semester kedua tahun ini. Produksi serta didistribusi ke diler dan konsumen, juga akan dilakukan pada semester kedua tahun ini.

Honda PCX HybridFEBRI ARDANI/KOMPAS.com Honda PCX Hybrid


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X