Cerita Jelajah Jakarta-Serpong dengan All New Daihatsu Sirion (2)

Kompas.com - 27/03/2018, 10:02 WIB
Daihatsu Sirion generasi ketiga. KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRIDaihatsu Sirion generasi ketiga.

Jakarta, KOMPAS.com – Setelah berucap cukup panjang soal kenyamanan interior dan ergonomi generasi ketiga Siron di tulisan pertama, kali ini tersisa hutang untuk menceritakan pengalaman mengendarai, terutama soal performa dan handling-nya.

Hampir seluruhnya berbeda dengan model lawas, di mana All-new Daihatsu Sirion menggunakan mesin bensin baru 1NR-VE, DOHC, Dual VVT-i, 4-silinder, 1.3-liter menggantikan model sebelumnya K3-VE 4-silinder berkapasitas sama. Mesin ini juga digunakan pada salah satu varian Xenia.

Mendapat jatah varian bertransmisi otomatis, masuk kabin mobil dan beradaptasi sejenak, mesin mulai dinyalakan hanya dengan menekan tombol engine start/stop, yang posisinya ada di sebelah kiri kemudi.

Tentu saja, jangan lupa untuk menginjak pedal rem terlebih dahulu untuk matik atau pedal kopling buat yang bertransmisi manual. Kalau tidak dilakukan, biasanya bikin pengemudi panik, karena mesin tidak hidup.

Masuk ke posisi transmisi D, lepaskan rem parkir, mobil mulai berjalan hanya dengan mengendurkan injakan rem. Butuh lebih banyak torsi di awal, tekanan kemudian ditambah pada pedal gas, yang rasanya tak begitu responsif.

Baca juga : Panduan Tes Singkat buat yang Minat Daihatsu Sirion

Generasi ketiga Daihatsu Sirion menggunakan mesin 1NR-VE 1.3L.Febri Ardani/KompasOtomotif Generasi ketiga Daihatsu Sirion menggunakan mesin 1NR-VE 1.3L.

Itu terbilang cukup normal, nampaknya sudah jadi karakter transmisi konvensional, yang memang di awal-awal sedikit kurang berisi. Mesin 1.3-liter juga mamang dipilih sesuai habitat ini, city car, jadi mengedepankan efisiensi, bukan akselerasi.

Meski begitu tak perlu khawatir, buat yang ingin isian tenaga mobil di awal cukup baik, mulai saja transmisinya di posisi gigi 2 dan berlanjut ke posisi 3. Baru setelah mobil melaju konstan kembali pindahkan ke “D”. Memang tangan harus standby di tuas persneling, untuk rajin-rajin mengganti-ganti posisi gigi.

Melaju di Jalan Tol

Cukup lama berjibaku di tengah kemacetan ibukota, akhirnya mobil masuk jalan bebas hambatan. Beruntung jalurnya cukup kosong, jadi Sirion bisa digeber sekaligus menjajal kemampuannya untuk melakukan overtaking.

Dalam kondisi jalan lurus dan aspal halus, nyaman mengemudikan Sirion. Kemudi tidak begitu ringan dan juga berat, jadi tak mudah goyang pada kecepatan 80-an kilometer per jam, atau masih pada batas legal.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X