MotoGP Masih Bisa Berlangsung di Indonesia? - Kompas.com

MotoGP Masih Bisa Berlangsung di Indonesia?

Kompas.com - 07/03/2018, 08:02 WIB
Marc Marquez MotoGP 2017 Marc Marquez MotoGP 2017

Jakarta, KOMPAS.com - Dorna Sport pernah memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara MotoGP. Ketika itu, disambut baik oleh pengelola Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawas Barat.

Penyelenggara MotoGP itu menargerkan, persiapan Sirkuit dan lain sebagainya harus sudah selesai pada 2017 awal, sehingga pada Oktober atau November 2017 sudah masuk dalam kalender balapan tahun itu.

Persiapan dimulai sejak 2015, selain merancang desain Sirkuit Tinton Soeprapto juga mencoba mencari restu dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Singkat cerita, muncul pernyataan bahwa tidak mungkin kalau Sirkuit Sentul menyelenggarakan MotoGP dengan bantuan pemerintah. Pertama, karena lintasan balap itu milik swasta, sedangkan dananya didapat dari pemerintah.

Baca juga: Jangan Mimpi Ada MotoGP Indonesia Tahun Depan!

Pemerintah harus mengeluarkan uang Rp 200 miliar (pada 2015) untuk merenovasi Sirkuit Sentul. Dana sebesar itu sulit didapat, sampai akhirnya Sentul harus rela kehilangan kesempatan emas tersebut.

Selang satu tahun setelah itu, muncul lagi kabar kalau Palembang tertarik untuk menggelar MotoGP. Bahkan pembangunan Sirkuit dan lain sebagainya dilakukan secara mandiri atau uang dari pemerintah daerah.

Sirkuit MotoGP Palembang Sirkuit MotoGP Palembang

Setelah itu, muncul juga nama baru seperti Lombok dan juga Lido yang tertarik menyelenggarakan MotoGP di Indonesia. Namun, sampai sekarang belum ada kepastian, sehingga tertinggal oleh Thailand.

Dorna Sport langsung menunjuk Thailand untuk mengisi satu musim pada MotoGP 2018, sehingga total seri pada tahun ini menjadi 19, dan tahun depan direncanakan menjadi 20 dengan kandidat Finlandia.

Baca juga: Keputusannya, MotoGP Indonesia Bergulir 2018 di Palembang

Pebalap MotoGP itu sendiri tidak mau kebanyakan seri, sekarang saja 19 sudah dikeluhkan oleh beberapa pebalap. Sementara, negara lain seperti Finlandia dan Indonesia masih menyatakan ketertarikan untuk menjadi salah satu tuan rumah MotoGP.

Semua keputusan itu ada di tangan CEO Dorna Sport Carmelo Ezpeleta. Namun, dia pernah mengatakan bahwa Indonesia masih dilirik untuk menyelenggarakan MotoGP di tahun mendatang.

Menjelang seri pertama MotoGP 2018 berlangsung, tiba-tiba muncul lagi kalau Sirkuit Sentul sanggup menyelenggarakan balapan motor paling bergengsi itu pada 2021.

Keseriusannya itu dibuktikan dengan mengajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengelilingi Sirkuit menggunakan mobil kepresidenan pada Selasa (6/3/2018) pagi.

Baca juga: Proyek MotoGP Indonesia 2017 Jadi Ambigu

"Sebenarnya kalau didukung dan punya komitmen yang tinggi, bisa saja. Tetapi butuh keseriusan dan persiapan yang matang," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat dihubungi KOMPAS.com, Selasa (6/3/2018) sore.

Mobil kepresidenan Indonesia-1 saat menjajal Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/3/2018).Fabian Januarius Kuwado Mobil kepresidenan Indonesia-1 saat menjajal Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/3/2018).

Dana Besar

Tugas pengelola Sirkuit Sentul, jika ingin cita-citanya terwujud maka cukup berat. Paling utama, melakukan pemugaran lintasan, dan mempersiapkan segala sesuatu hingga fasilitas pendukung lainnya.

Ingat dana yang dibutuhkan untuk merenovasi lintasan yang sesuai dengan standar internasional tidaklah murah. Tiga tahun lalu saja harus mengeluarkan kocek sekitar Rp 200 miliar, belum termasuk nilai kontrak dengan penyelenggara MotoGP per tahun yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

Jika Sirkuit Sentul menargetkan 2021, lantas bagaimana dengan tempat lain seperti Palembang, dan Lombok? Apakah ketiga tempat itu akan bersaing untuk bisa menyelenggarakan MotoGP di Indonesia di masa mendatang.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Induk Penyelenggaraan MotoGP Indonesia

Menjadi tuan rumah MotoGP tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. Setelah Sirkuit, persiapan pendukung lainnya seperti tempat penginapan, hingga imigrasi buat tim dan juga pebalap harus bisa ditangani dengan baik.

Tetapi pada intinya, dukungan dari pemerintah sangatlah penting. Jika pihak swasta yang mengerjakan sendiri tidak mungkin, karena prosesnya dipastikan sangat rumit, terutama sampai ke bagian birokrasi dan lain sebagainya.

Jadi, mari sama-sama kita pantau mana yang lebih siap menyelenggarakan MotoGP di Indonesia, Sirkuit Sentul, Palembang, atau Lombok, atau bahkan ada nama lain yang sudah mapan dari ketiga tempat itu?

Semoga juga ajang seperti ini hanya dijadikan bahan mencari popularitas, apalagi tahun depan sudah masuk ke pemilihan presiden.



Close Ads X