Pasar Sedan Belum Menjanjikan buat Mitsubishi

Kompas.com - 19/02/2018, 09:02 WIB
Rendering Lancer generasi baru diambil dari garis desain beberapa ciri khas Mitsubishi. theopilus chinRendering Lancer generasi baru diambil dari garis desain beberapa ciri khas Mitsubishi.

Jakarta, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian sedang berusaha untuk menurunkan pajak sedan di Indonesia. Saat ini, sedan dianggap mobil mewah karena punya beban Pajak Penjualan Atas Barang Mewah ( PPnBM) lebih tinggi ketimbang model multi purpose vehicle (MPV) atau mobil berakarakter two box.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menargetkan revisi itu bisa rampung pada kuartal pertama tahun ini. Apabila disetujui maka pajak sedan akan setara model lain, seperti multi purpose vehicle (MPV).

Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia ( MMKSI) Kyoya Kondo menuturkan, rasanya cukup sulit memperkirakan bagaimana pasar Indonesia bereaksi terhadap hal ini.

“Saya percaya, jika melihat konsumen Indonesia, Indonesia punya keluarga yang lebih besar dan di dua hingga tiga dekade terakhir pasarnya lebih memilih MPV,” kata Kondo akhir pekan lalu di kawasan SCBD, Jakarta Selatan.

Baca juga: Kemenperin Targetkan Maret, Pajak Sedan Baru Rampung

Melihat preferensi konsumen, jika dibandingkan dengan sedan, lanjut Kondo pilihan utama Mitsubishi tetap MPV atau LMPV. Bahkan dalam beberapa tahun ke depan fokus menggarap segmen sport utility vehicle (SUV).

Kesempatan lain, Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI Irwan Kuncoro pernah mengatakan, untuk sekarang ini memang sedang fokus pada sport utility vehicle (SUV) dan kendaraan listrik.

"Tetapi tidak menutup kemungkinan karena kita juga telah bersinergi dengan Nissan. Saya tidak tahu ke depannya bagaimana," kata Irwan kepada KOMPAS.com di Tegal, Jawa Tengah pekan lalu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X