Kemenperin Targetkan Maret, Pajak Sedan Baru Rampung

Kompas.com - 12/02/2018, 07:22 WIB
Honda City 2017 Honda Prospect Motor (HPM)Honda City 2017

Jakarta, KOMPAS.com – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berupaya menggenjot ekspor kendaaan bermotor, dengan merevisi pajak sedan yang sebelumnya di anggap mewah. Ini agar produsen yang sudah berinvestasi di dalam negeri bisa memproduksi jenis mobil tersebut di dalam negeri.

Pasalnya, permintaan pasar dunia disebut-sebut cenderung ke segmen sedan, sementara Indonesia hanya memprioritaskan industri otomotif roda empatnya, pada mobil multiguna atau multi-purpose vehicle (MPV).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada siaran resminya, Minggu (11/2/2018) menargetkan Kemenkeu bisa merampungkan revisi pajak sedan. Pasalnya, disebut kalau usulan soal sedan sudah diajukan cukup lama atau sekitar tahun depan.

“Mungkin kuartal satu ini bisa diselesaikan. Draftnya sudah dikirim dari tahun kemarin,” kata Airlangga.

Baca juga : Dunia Minta Sedan, Kenapa Indonesia Cuma Jago MPV?

Pasar Indonesia vs duniaGaikindo Pasar Indonesia vs dunia

Airlangga menambahkan, jika tarif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah ( PPnBM) sedan bisa diturunkan dan setara dengan produk mobil jenis lain, harga jualnya akan lebih terjangkau untuk pasar Indonesia. Selain itu, produsen otomotif nasional akan semakin banyak memproduksi jenis sedan untuk kebutuhan pasar ekspor.

“Kami ingin revisi struktur perpajakan industri otomotif, termasuk Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Kami berharap untuk sedan tidak lagi jadi barang mewah,” kata Airlangga.

“Salah satu sasarannya adalah Australia, karena pabrik mobilnya di sana sudah banyak tutup. Nah, ini kesempatan yang bagus bagi Indonesia untuk masuk di pasar Australia,” ujar Airlangga.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X