Gubernur DKI Soroti Pajak Mobil Mewah, Ini Kata Pemilik Ferrari - Kompas.com

Gubernur DKI Soroti Pajak Mobil Mewah, Ini Kata Pemilik Ferrari

Kompas.com - 14/01/2018, 17:22 WIB
Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI)Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI) Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI)

Jakarta, KompasOtomotif — Ketua Dewan Pembina Ferrari Owner Indonesia Club (FOCI) Ahmad Sahroni menyesalkan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa Ferrari dan Lamborgini sebagai contoh jenis kendaraan yang menunggak pajak.

Sebab, menurut Sahroni, data yang diperoleh dari Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI menunjukkan bahwa jumlah kendaraan mewah lain yang menunggak pajak lebih banyak.

“Kok malah fokus ke pajak Ferrari dan Lamborgini yang hanya beberapa unit, tidak sebanding dengan kendaraan lain yang unitnya puluhan," kata Sahroni melalui keterangan tertulisnya, Minggu (14/1/2018).

Baca juga: Banyak Orang Kaya Jakarta Menunggak Pajak Mobil Mewah

Menurut Sahroni, sedianya Anies tidak hanya  mengkritisi pajak mobil mewah di Jakarta, tetapi semua kendaraan berpelat nomor B.

Dibanding dengan kendaraan jenis lainnya, lanjut Sahroni, Ferrari dan Lamborgini yang beredar di Ibu Kota jumlahnya sangat sedikit.  Oleh karena itu, Sahroni meyakini bahwa jumlah penunggak pajak dari jenis mobil lainnya sangat banyak.

“Gubernur Anies jangan hanya urusin pajak mobil mewah. Mobil komersial lain perbandingannya lebih banyak daripada Ferrari dan Lamborgini,” kata Sahroni.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan model mobil Lamborgini tipe Aventador yang menunggak pajak. Anies mengumumkan jumlah mobil mewah yang menunggak pajak di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (12/1/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menunjukkan model mobil Lamborgini tipe Aventador yang menunggak pajak. Anies mengumumkan jumlah mobil mewah yang menunggak pajak di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (12/1/2018).
Lebih jauh, Sahroni mengingatkan Anies untuk tidak melupakan persoalan kemacetan akibat membludaknya peredaran mobil di Jakarta.

“Jangan hanya mikirin pendapatan pajak dari mobil mewah. Tidak sebanding dengan anggaran APBD DKI, masih banyak urusan lain yang lebih besar. Jangan cuma urusin mobil yang kecil,” kata Sahroni.

Baca juga : Satu-satunya Ferrari Enzo? Orange? Seharga Rp 49 M

Sebelumnya Anies menyampaikan, 1.293 unit mobil mewah dengan harga jual di atas Rp 1 miliar pajaknya belum dibayarkan hingga akhir 2017.

Rinciannya, 744 unit merupakan mobil atas nama pribadi dan 549 mobil atas nama badan. Untuk mobil mewah atas nama pribadi, nilai tunggakan pajak yang belum dibayarkan Rp 26,1 miliar. Sementara nilai tunggakan pajak untuk mobil mewah atas nama badan Rp 18,8 miliar. Dengan demikian, total tunggakan pajak mobil mewah senilai Rp 44,9 miliar.

Mobil mewah yang pajaknya belum dibayarkan itu terdiri dari berbagai merek, seperti Ferrari, Lamborghini, Rolls Royce, Aston Martin, Mclaren, Bentley, Mercedes-Benz, BMW, Porsche, Audi, Maserati, Cadillac, dan Land Rover.


EditorAzwar Ferdian
Komentar
Close Ads X