Jadi Prioritas Jokowi, Perpres Kendaraan Listrik Bakal Dikebut

Kompas.com - 15/12/2017, 07:23 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif — Peraturan Presiden soal kendaraan listrik memang cukup mengagetkan kemunculannya. Malah beberapa pihak menyebut ini terlalu cepat dan terburu-buru, terutama untuk kendaraan roda empat.

Meski begitu, ini merupakan langkah besar yang diambil pemerintah agar tak tertinggal dari kemajuan global. Saat ini, draf Perpres Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik untuk Transportasi Jalan tinggal diserahkan ke Kementerian Sekertaris Negara.

Agus Cahyo Adi, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga panitia percepatan perpres kendaraan listrik mengiyakan bahwa regulasi tersebut kemungkinan lahir pada 2018. Dirinya menyebut isi perpres masih bersifat umum, dan detailnya akan dikeluarkan masing-masing kementerian.

Baca juga : Perpres Kendaraan Listrik Masih Menggantung

Empat kendaraan listrik di pasar otomotif global.Nikkei Empat kendaraan listrik di pasar otomotif global.

“Sudah beberapa kali (komunikasi) inter-department. Segera kami akan kembalikan ke Setneg. Segera. Selebihnya masih belum bisa ngomong saya,” ujar Agus, Kamis (14/12/2017).

Agus melanjutkan, terkait dengan poin-poin perpres yang diajukan berbagai pihak dan lembaga itu sudah. Namun, yang namanya masukan, kata Agus, mereka menampungnya dan tidak semuanya bisa dimasukkan.

“Perpres ini suatu payung, nanti pengaturan lebih lanjut atau juknisnya, ada di setiap departemen,” tutur Agus.

Soal waktunya, Agus menyebut akan diercepat karena memang ini adalah perintah dari Presiden Joko Widodo. “Perpres ini perintah dari Presiden, sudah kami siapkan dan nanti kami kembalikan. Judulnya saja perpres percepatan,” tutur Agus saat dilempar pernyataan soal kelahiran Perpres di 2018.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.