Kompas.com - 19/08/2017, 07:41 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Bogor, KompasOtomotif – Rencana pemberian insentif pada kendaraan listrik yang diimpor utuh (completely built up/CBU), sempat terungkap dalam draft Peraturan Presiden terkait Percepatan Pemanfaatan Tenaga Listrik untuk Transportasi. Salah satu yang dikhawatirkan, adalah produsen sepeda motor listrik lokal atas keputusan tersebut.

Namun, perkembangan terakhir menunjukkan kalau hanya mobil listrik CBU saja nantinya bakal diberikan insentif, sedangkan sepeda motor listrik tidak.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kementerian Perindustrian yang diwakili oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik, Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan.

“Kalau sepeda motor tidak diberikan fasilitas. Jadi yang utama itu mobil. Jadi motor sudah banyak industrinya di sini dan kita dorong untuk dibangun ke arah motor listrik,” ujar Putu di sela-sela penandatanganan kerjasama produksi Gesits Indonesia dan PT Wika Industri & Konstruksi, Jumat (18/8/2017).

Baca: Pemerintah Buka Keran Impor CBU Mobil dan Motor Listrik

Di akhir jawaban yang diberikan, Putu menyebut kalau untuk motor listrik sudah ada yang mampu melakukannya (komersialisasi) secara lokal, yaitu Gestis. Karena itu, dirinya menyebutkan kalau keringanan bea masuk dan pajak, memang tidak sebaiknya diberikan untuk impor CBU (completely built up/utuh) motor listrik.

“Sepeda motor sudah kuat, pasarnya juga sudah besar, supply komponen sudah kuat, jadi tidak pakai insentif lagi lah, untuk roda dua saya kira tidak usah, Gesits saja sudah bikin,” ujar Putu.

Berikut bunyi pasal 10 ayat 1, di dalam draft Perpres motor listrik yang akan ditandatangani Presiden Jokowi.

“Dalam hal industri Kendaraan Bermotor Listrik dalam negeri masih dalam tahap pengembangan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 9, untuk mempercepat komersialisasinya Pemerintah memberikan kesempatan kepada Badan Usaha untuk melakukan impor Kendaraan Bermotor Listrik dan komponen utama serta komponen pendukungnya dengan memberikan insentif.”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.