Kesimpulan Yamaha Menolak Tuduhan Kartel

Kompas.com - 09/01/2017, 19:16 WIB
Pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menghadiri sidang lanjutan dugaan kartel di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Senin (9/1/2017). Minoru Morimoto Presiden Direktur YIMM (berdasi biru) dan Chief Operating Officer (COO) YIMM serta Executive Officer Yamaha Motor Company (YMC) Japan Dyonisius Beti (berdasi merah). Febri Ardani/KompasOtomotif Pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menghadiri sidang lanjutan dugaan kartel di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Senin (9/1/2017). Minoru Morimoto Presiden Direktur YIMM (berdasi biru) dan Chief Operating Officer (COO) YIMM serta Executive Officer Yamaha Motor Company (YMC) Japan Dyonisius Beti (berdasi merah).
|
EditorAgung Kurniawan

Tanpa perjanjian

Tim kuasa hukum Yamaha menyatakan tidak ada satupun bukti atau keterangan saksi dalam persidangan yang menunjukan ada perjanjian atau kesepakatan. Pertemuan antara pihak Yamaha dengan Honda dalam Golf pada November 2014 tidak bisa membuktikan ada perjanjian karena tidak ada bukti pembicaraan harga.

Bukti surat elektronik (surel) internal Yamaha pada 28 April 2014 yang dijadikan bukti KPPU dianggap tidak sah. Alasannya, surel itu bukan produk sah pengambilan keputusan dan tidak pernah dikomunikasikan ke pihak Honda.

Aspek ekonomi

Tim kuasa hukum Yamaha menyatakan tidak pernah ada penetapan harga bersama dengan Honda. Yamaha dikatakan selalu bertindak independen dalam menentukan harga dan punya strategi, mekanisme, serta kebijakan harga yang berbeda.

Tim kuasa hukum Yamaha juga membeberkan 15 fakta yang menunjukan Yamaha tidak mengikuti harga Honda. Terakhir, tim investigator KPPU dikatakan salah memahami struktur harga jual skutik.

Sidang keputusan, apakah Yamaha dan Honda diputuskan bersalah melakukan tindak kartel baru akan dilalukan 30 hari setelah pembacaan kesimpulan oleh masing-masing pihak terkait di pengadilan. Jadi kepastian hukuman masih harus menunggu sampai sidah keputusan dilakukan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.