Upaya AHM Menyambung Rantai Dunia Pendidikan dan Usaha

Kompas.com - 05/12/2015, 11:23 WIB
Bantuan yang dipersiapkan AHM untuk perkembangan dunia pendidikan dan usaha. Agung Kurniawan/KompasOtomotifBantuan yang dipersiapkan AHM untuk perkembangan dunia pendidikan dan usaha.
EditorAgung Kurniawan

Sidoarjo, KompasOtomotif – Salah satu kendala yang masih terjadi dalam sektor otomotif, adalah belum ada rantai penyambung antara dunia pendidikan dan usaha.

Guna menyelaraskan ini, PT Astra Honda Motor (AHM) kemudian mencanangkan Program Pemberdayaan Lulusan SMK di Fasilitas Training PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM), Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (5/12/2015).

Adalah upaya mengembangkan wirausaha layanan servis sepeda motor untuk mendorong terciptanya generasi muda yang mandiri sekaligus bisa melahirkan lapangan kerja baru bagi sesama alumni SMK.

Kegiatan di bidang perbengkelan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan lebih lanjut Program Pendidikan Satu Hati binaan AHM. Suatu kegiatan berupa transfer teknologi dari produsen sepeda motor ke bangku sekolah, lewat implementasi Kurikulum Teknik Sepeda Motor (KTSM) Honda.  

Ketua Program Pendidikan Satu Hati AHM Ahmad Muhibbuddin mengatakan, komitmen ini diimplementasikan dengan mengembangkan KTSM Honda untuk para guru dan siswa di SMK di seluruh Indonesia sehingga pengetahuan dan keterampilan teknis mereka selalu terupdate sesuai dengan teknologi yang ada di sepeda motor yang beredar di pasar.

“Kami wujudkan link and match sekolah dengan dunia kerja melalui Program Pendidikan Sekolah Satu Hati. Kami ingin alumni SMK bisa mempraktikkan ilmunya dengan memberikan layanan service di bengkel yang mereka kelola sendiri,” kata pria yang akrab disapa Muhib ini.

MoU

Guna memperluas implementasi Program Pendidikan Satu Hati, di hari yang sama AHM bersama MPM melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan 16 SMK di wilayah Jawa Timur.

SMK tersebut adalah SMK Islam Blitar, SMKN 2 Jiwan Madiun, SMKN 1 Singgahan Tuban, SMKN 2 Pamekasan, SMKN 1 Sambeng Lamongan, SMKN 1 Suboh Situbondo, SMK PGRI 1 Surabaya, SMK PGRI Mojokerto, SMK Senopati Sidoarjo, SMKN Winongan Pasuruan, SMKN 1 Badegan Ponorogo, dan SMK Suramadu Bangkalan.

Kemudian empat SMK lainnya berasal dari Malang, yaitu SMKN 9 Malang, SMKN 10 Malang, SMKN 12 Malang, dan SMK Nasional. Penandatangan kerja sama ini semakin memperbanyak jumlah SMK yang mengimplementasikan KTSM Honda yang secara nasional saat ini sudah mencapai 465 SMK. Sebanyak 66 SMK di antaranya berada di wilayah Jawa Timur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X