Kompas.com - 28/08/2015, 16:02 WIB
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif – Puas mencari tahu bekal yang dibawa dari Perancis dan berusaha lebih dekat dengan Peugeot Django, eksplorasi berlanjut ke performa. [Baca: Kesan Positif Cumbu Peugeot Django] Peugeot Django dibekali mesin 150 cc injeksi yang diklaim responsif dan irit bahan bakar.

KompasOtomotif menyalakan mesinnya, terdapat suara khas starter skutik. Agak keras bunyi saat distarter, namun suara mesin tergolong halus. Bahkan saat mulai ”ditarik”, suara tidak begitu berisik. Tarikan awal terbilang biasa, hampir sama dengan skutik-skutik lain di kelas 150 cc.

Tidak terlalu menyalak, namun cukup nyaman untuk dipakai stop and go di padatnya lalu lintas kota. Saat coba digeber lebih kencang, putaran mesin menengah ke atasnya terasa lebih baik. Django terasa lebih nyaman jika digunakan berkendara jarak menengah.

Tapi yang lebih penting adalah pengendalian. Skuter ini menggunakan ban dengan diameter 12 inci, namun permukaan ban lebih lebar. Ini yang membuat Django sedikit lebih berat dibelokkan. Ketika digunakan untuk melewati cone untuk jalan zigzag, masih cukup mudah dikendalikan.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Penampilan Peugeot Djangi meningkatkan kepercayaan diri.
Tapi jangan dibandingkan dengan skutik-skutik ramping Jepang lainnya, justru jika dipakai dengan kecepatan tinggi, skuter rini lebih ”anteng”. Lama-lama akan terbiasa, apalagi didukung suspensi lembut, Django adalah skuter yang cocok dipakai pengguna yang ingin kenyamanan lebih.

Penampilan

Di tengah jalan santai, KompasOtomotif sambilan memperhatikan tampilan panel meter yang modern. Di pinggir lingkaran terdapat angka-angka penunjuk kecepatan. Di bagian tengah (digital), terdapat penunjuk jam, suhu, odometer, hingga sisa bahan bakar. Di pinggiran dengan bezel silver terdapat lampu-lampu indikator.

Secara keseluruhan, yang bikin percaya diri adalah penampilan mewah dan retro dari Django. Lampu-lampu selain lampu utama menggunakan teknologi LED, seperti signature lamp yang mengelilingi logo singa di bagian depan dan lampu sein. Lampu belakaang berdesain mewah dengan nyala terang.

Harga di atas Rp 35 juta memang tampak mahal, apalagi status harga adalah off the road, alias belum termasuk pajak dan bea balik nama. Namun jika menengok soal eksklusivitas, tunggangan ini bisa dijadikan pilihan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.