Laporan Langsung dari Gothenburg, Swedia

Ini Hal Sepele yang Bisa Menghindarkan Anda dari Kecelakaan Fatal

Kompas.com - 28/06/2015, 08:01 WIB
kompas.com-KP Volvo FuelWatch 2015
Gothenburg, KompasOtomotif – Bila dibandingkan, berita soal pesawat jatuh selalu membuat heboh dan menimbulkan rasa ngeri setiap orang. Koran, radio, televisi memberitakannya tanpa henti. Namun berita soal kecelakaan lalu lintas tidak pernah mendapat tanggapan sebesar itu. Padahal lebih dari 1,2 juta orang tewas tiap tahun karena kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia. Angka itu setara dengan sepuluh pesawat jumbo jet jatuh setiap hari. Namun mengapa banyak orang sepertinya tidak terlalu peduli dengan keamanan berkendara?

Menurut Carl Johan Almqvist, ketidakpedulian itu disebabkan karena orang belum memiliki pola pikir yang benar soal keamanan atau safety. Padahal banyak sekali hal sederhana yang bila dilakukan bisa menghindarkan kita dari kecelakaan fatal. Salah satunya adalah menggunakan seatbelt saat berkendara, baik di sisi pengemudi maupun penumpang.

Dalam sebuah percobaan yang dilakukan Volvo terhadap sebuah truk yang digulingkan misalnya, tampak bahwa orang yang tidak mengenakan sabuk pengaman bisa membahayakan orang lain. Dalam video percobaan itu terlihat penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman bisa terlempar dan menghantam penumpang lain yang mengenakan sabuk pengaman saat truk terguling. Hal itu bisa berakibat fatal bagi keduanya.

“Langkah pertama dan termudah untuk menghindari akibat fatal dari sebuah kecelakaan adalah mengenakan seatbelt. Tidak peduli seberapa jago Anda mengemudi, namun bila Anda ditabrak kendaraan lain, seatbelt bisa menyelamatkan,” kata Almqvist dalam perbincangan di kantor Volvo Trucks, di Gothenburg, Jumat (26/6/2015).


Kompas.com/Wisnubrata Truk Volvo seri FH di kantor Volvo di Gothenburg, Swedia

“Penelitian kami menunjukkan bahwa dalam sejumlah besar kecelakaan, korban tewas terjadi karena ia tidak mengenakan seatbelt. Padahal sebenarnya mereka bisa selamat bila menggunakan sabuk pengaman itu,” tambahnya.

Oleh karenanya tidak heran bila Almqvist selalu menolak menjalankan kendaraan bila masih ada penumpang yang belum mengenakan seatbelt.

Hal lain yang perlu diperhatikan untuk keselamatan berkendara adalah selalu konsentrasi pada jalan. Artinya, pengemudi tidak diperkenankan melakukan hal-hal yang mengganggu konsentrasinya, seperti misalnya membaca atau mengirim pesan lewat ponsel. “Saat mengirim pesan lewat ponsel, orang akan kehilangan fokus pada jalur di depannya karena pandangannya melihat ke layar ponsel. Bila terjadi sesuatu di depan, sangat sulit bagi pengemudi untuk menghindarinya,” kata Almqvist.

Menurut penelitian Olson et al tahun 2009 soal keamanan berkendara, menuliskan pesan melalui ponsel bisa meningkatkan resiko kecelakaan 23 kali dibanding mereka yang fokus mengemudi. “Hal yang berbeda terjadi saat orang menerima telpon menggunakan handsfree sambil mengemudi. Orang justru menjadi fokus pada kondisi di depannya saat menerima telpon, meski kemudian kurang memperhatikan apa yang terjadi di kanan kirinya. Oleh karenanya di Swedia tidak ada larangan menelpon sambil mengemudi,” ujar Almqvist.

Hal ketiga yang juga meningkatkan resiko kecelakaan adalah rasa kantuk. Dan untuk mengatasinya hanya ada satu solusi, yakni tidur. Bila pengemudi merasa mengantuk, disarankan untuk mencari tempat istirahat dan tidur sebentar.

“Sistem keamanan pada kendaraan dirancang  sebagai jalan terakhir untuk menghindari kecelakaan fatal. Namun yang paling berperan dalam keselamatan adalah manusia yang menggunakan kendaraan itu,” ujar Almqvist.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


PenulisWisnubrata
EditorAzwar Ferdian
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X