Mengemudi Super Irit ala Sopir Kurir Mobil Baru (I)

Kompas.com - 19/11/2014, 08:58 WIB
Warga antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, seusai Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM, Senin (17/11/2014) malam. WARTA KOTA / ANGGA BHAGYA NUGRAHAWarga antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Cikini, Jakarta Pusat, seusai Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM, Senin (17/11/2014) malam.
EditorAzwar Ferdian
Jakarta, KompasOtomotif - Bagi setiap pengendara khususnya roda empat, kenaikan harga BBM Subdisi harus dihadapi dengan cara pintar termasuk cara mengemudi yang efisien dan lebih hemat bahan bakar (eco driving).

Eco driving sangat mungkin dilakukan setiap pemilik kendaraan agar dapat menekan pengeluaran biaya operasional kendaraan. Selain soal teknis dan spesifikasi kendaraan yang digunakan, juga perlu kecerdeikan dalam menyiasati trik mengemudi maupun pemilihan rute. Salah satu cara yang bisa dicontoh adalah sopir kurir mobil baru.

Sopir ini kesehariannya bertugas mengantarkan mobil baru ke showroom maupun ke pemilik mobil. Para sopir delivery mobil baru ini harus menerapkan mengemudi hemat maupun trik lainnya setiap kali bertugas agar bahan bakar yang disediakan cukup sampai ke rumah konsumen dan bisa digunakan pemiliknya untuk ke SPBU.

Seperti dilansir Auto Bild Indonesia, Rabu (19/11/2014), setiap mobil baru yang ingin diantar ke lokasi tujuan yang berada di Jakarta, memeroleh jatah BBM sebanyak 10 liter dari dealer atau APM bersangkutan. Jatah ini bisa diakali para sopir itu untuk menekan penggunaan BBM secara signifikan, meski hal itu tergantung jarak tempuh.

Salah satu cara yang dilakukan tentu saja teknik berkendara eco driving. Untuk mengantar mobil di kawasan Jabodetabek, kebutuhan BBM tidak lebih dari 5 liter. Lalu sesampainya di tangan konsumen, mobil itu masih bisa dijalankan sampai ke SPBU terdekat untuk mengisi bahan bakar.

Salah satu sopir  yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, “Untuk melakukan penghematan BBM pada mobil yang akan diantar sebenarnya sangat mudah. Ketahui dulu spesifikasi mobil, mengemudi sehemat mungkin dan mengetahui kondisi rute yang akan ditempuh,” ujarnya lugas. Hal itu mencakup tingkat kemacetan, kondisi permukaan jalan, dan kendala lainnya. Seperti apa triknya?.

HPM Tawaran khusus bagi pecinta Jazz di tanah air.
Spesifikasi mobil
Setiap mobil memiliki spesifikasi yang berbeda-beda. Mulai dari kapasitas mesin, bobot hingga teknologi yang berpengaruh pada konsumsi BBM. Ini sangat diperhatikan para sopir pengantar mobil  baru dan mereka harus memahami karakter mobil terlebih dahulu sebelum melakukan penghematan BBM.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu contoh Honda Jazz yang memiliki kapasitas mesin 1.497 cc 4 silinder bertransmisi manual dengan konsumsi bahan bakar dalam kota di kisaran 11,1 kpl. Sopir menentukan patokan penggunaan BBM yang dihubungkan dengan jarak perjalanan.

Jika jarak yang akan ditempuh sekitar 30 km, maka sopir hanya membutuhkan lima liter bensin agar mobil dapat menempuh jarak 55,5 km. Dengan jarak hanya 30 km, artinya sisa bahan bakar itu dapat digunakan pemilik mobil baru untuk melakukan perjalanan mengisi BBM di SPBU terdekat. Klik tautan ini untuk artikel selanjutnya.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X