Tematis Seputar Banjir

Aksesori Bahaya di Sepeda Motor Ketika Hujan

Kompas.com - 18/01/2014, 10:52 WIB
|
EditorAris F. Harvenda

Jakarta, KompasOtomotif – Aksesori diciptakan untuk memperindah tampilan kendaraan. Namun, jika penggunaannya tidak tepat, komponen tersebut justru menjadi sumber bahaya. Misalnya di musim hujan seperti sekarang, ada beberapa aksesori yang disarankan tidak dipakai. Genangan air, banjir, hujan lebat membuat fungsi aksesori tertentu berubah jadi masalah.

Johannes Siagian, pemilik toko aksesori sepeda motor di Palmerah Barat, lewat pengalamannya, mengatakan bahwa ada beberapa aksesori yang perlu diperhatikan. ”Kalau terlanjur dipasang ya tidak apa-apa, tapi kalau bisa dibalikin lagi ke standar. Beli aja aksesori lain yang berguna saat hujan dan banjir, karena bahaya,” pesannya kepada KompasOtomotif. Apa saja aksesori itu? Ini daftarnya!

1. Ban yang tak tepat. Ada yang menggangap ban "ceking" memperindah penampilan. Tapi sebenarnya ini bahaya, apalagi ketika musim hujan. Permukaan ban yang bersentuhan dengan aspal semakin sedikit, membuat daya cengkeram tak maksimal. ”Kalau ada lubang dan tertutup banjir, ban kecil yang menghantam akan mudah menggulingkan sepeda motor. Peredamannya kurang,” jelas Johannes.

2. Selongsong logam. Perhatikan, banyak pengguna sepeda motor yang megganti selongsong handle grip atau pijakan kaki dari bahan logam dengan warna-warna khusus. Memang membuat penampilan ”racing look”, tapi ini berbahaya. Ketika hujan, aksesori ini malah licin. ”Kalau licin, mau mengerem malah meleset. Bahaya kan? Ini sering terjadi,” kata Johannes.

3. Lampu putih. Lampu depan dengan sorot warna putih kini semakin tren, berkat penggunaan HID. Tapi tahukah Anda jika penerangan paling baik ketika hujan lebat adalah warna kuning atau kekuningan? Lampu standar yang agak kekuningan justru lebih aman dan mudah terlihat.

4. CVT modifikasi. Ada yang menjual boks CVT bukan bawaan pabrik dengan lubang di sana sini. Padahal, komponen di balik kotak ini sangat penting dan seharusnya tak boleh basah kuyup. Jika banyak lubang, setelah hujan dibiarkan dan kotoran mengendap, bahaya akan muncul di kemudian hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.