Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Merger Nissan dan Honda Akan Diumumkan Bulan Ini

Kompas.com - 03/02/2025, 08:42 WIB
Ruly Kurniawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

Sumber Reuters

JAKARTA, KOMPAS.com - Nissan Motor Corporation menyampaikan keputusan mengenai arah integrasi atau merger dengan Honda Motor Corporation kemungkinan baru akan diumumkan pada pertengahan Februari 2025 ini.

Keputusan tersebut lebih lambat dari jadwal awal yang direncanakan di akhir Januari 2025. Sebab, saat ini kedua raksasa otomotif Jepang masih lakukan komunikasi sehingga keputusan final belum dapat diambil.

"Dua perusahaan awalnya berencana menentukan arah integrasi manajemen pada akhir Januari, tetapi diskusi dalam Komite Persiapan Integrasi masih berjalan," ujar juru bicara Nissan dikutip Reuters, Minggu (2/2/2025).

Baca juga: Honda dan Nissan Merger, Ciptakan Grup Otomotif Terbesar Ketiga

Rencana merger antara Nissan dan Honda berawal dari upaya mereka untuk merespons tekanan yang semakin besar dari produsen mobil listrik China atas kendaraan ramah lingkungan.

Kedua perusahaan tengah menjajaki kemungkinan merger pada 2026, yang jika terealisasi, akan menjadi langkah besar dalam dunia otomotif Jepang yang dikenal dengan persaingan sengit antar produsen lokal.

Pada Desember 2024, Nissan dan Honda menargetkan untuk menyelesaikan pembicaraan ini pada Juni 2025 dan membentuk perusahaan induk pada Agustus 2026. Dalam skema ini, saham kedua perusahaan akan dihapus dari bursa (delisting).

Renault, yang memegang 36 persen saham di Nissan dan merupakan mitra jangka panjang aliansi Nissan-Renault-Mitsubishi, telah menyatakan dukungan terhadap rencana merger ini.

"Kami pada prinsipnya terbuka terhadap integrasi ini, dan kami akan menilai bagaimana langkah ini dapat memperkuat posisi strategis Nissan di pasar global," kata perwakilan Renault.

Baca juga: Mitsubishi Batal Merger dengan Honda dan Nissan

Di sisi lain, Mitsubishi Motors, yang juga bagian dari aliansi, dikabarkan masih mempertimbangkan apakah akan bergabung dalam merger tersebut. Semua tergantung dari pembicaraan yang dilakukan oleh Nissan dan Honda.

Sementara itu, di tengah perundingan ini, Nissan tengah menjalani sejumlah restrukturisasi besar karena penjualan yng mandek.

Restrukturisasi ini mencakup pemangkasan tenaga kerja sebanyak 9.000 orang atau sekitar 7 persen dari total tenaga kerja global dan berencana mengurangi produksi kendaraan secara global hingga 20 persen.

Meskipun berbagai rintangan masih menghadang, langkah besar ini, jika berhasil terwujud, diyakini akan memperkuat daya saing industri otomotif Jepang di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau