Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Busi Mobil Mati Harus Diganti Semua, Ini Alasannya

Kompas.com - 26/07/2021, 16:12 WIB
Dio Dananjaya,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.comBusi menjadi salah satu komponen penting dalam mesin bakar internal. Dengan ujung elektroda, busi dipasang untuk membakar bensin yang telah dikompresi oleh piston.

Alhasil, mobil bisa menyala dan melaju. Namun pada waktunya, busi bisa mengalami penurunan performa sehingga mengganggu pembakaran mesin karena tidak bekerja optimal.

Deni Adrian, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, mengatakan, jika salah satu busi telah mengalami penurunan performa sebaiknya langsung diganti.

Baca juga: Bocor, Tampang Toyota Voxy Model Baru Jadi Mirip Alphard

Namun penggantian busi tidak disarankan hanya mengganti sebagian. Menurut Deni, pemilik harus mengganti busi secara menyeluruh, apabila salah satu busi sudah mati.

“Biasanya tiap busi mewakilli kondisi tiap silindernya, tapi kalau salah satu busi mati, tidak disarankan hanya mengganti satu saja, kecuali dalam kondisi darurat,” ucap Deni, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Pasalnya, keadaan busi amat erat kaitannya dengan kinerja mobil. Kondisi busi yang sudah menurun performanya dapat mengurangi tenaga dan efisiensi bahan bakar.

Baca juga: Daftar Gaji Pebalap MotoGP 2021, Gaji Marquez Kalahkan Rossi

"Jika ganti busi hanya yang mengalami keausan parah saja maka proses pembakaran tidak sama antar busi baru dengan busi lama," ujar Deni.

Efeknya, tenaga mesin bakal menurun dan dikhawatirkan busi yang lama akan mengalami kerusakan parah kedepannya.

"Busi lama yang terus dipakai ditakutkan enggak terpantau sehingga bisa mengalami kerusakan parah," kata Deni.

Baca juga: Hindari Penyekatan, Lexus Pelat RFS Terguling di Senayan

Oleh sebab itu, agar kondisi mesin terjaga, maka busi harus dilakukan penggantian sekaligus. Gunakan juga busi sesuai peruntukkannya sesuai dengan pedoman pabrikan mobil, dan pastikan pemasangannya menggunakan kunci torsi.

“Jika memasang busi tidak sesuai panduannya, dikhawatirkan terlalu kencang dan membuat drat busi atau drat mesin rusak,” tuturnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau