Serbuan Otomotif China, Tata Motors Santai - Kompas.com

Serbuan Otomotif China, Tata Motors Santai

Ghulam Muhammad Nayazri
Kompas.com - 13/06/2017, 03:50 WIB
Febri Ardani?KompasOtomotif Warna baru Tata Super Ace, merah.

Jakarta, KompasOtomotif – Selain merek asal China Wuling yang menjadi pemain baru di segmen mobil penumpang, ternyata ada lagi Dongfeng yang baru saja menampakkan diri ke depan publik, pada ajang Jakarta Fair Kemayoran 2017.

Berbeda dengan rekannya Wuling, Dongfeng menggarap segmen kendaraan niaga kecil atau pikap. Penjualannya saat ini dipegang oleh PT Sentra Multi Karya, yang akan memasarkan Supercab dengan mesin 1.3L diesel common rail dan bensin 1.5L.

Menanggapi hal tersebut, di mana Tata juga bermain di segmen yang sama dengan model Tata Super Ace, merek asal India ini tak mau ambil pusing. Malah, mereka menyebut ini merupakan sesuatu yang positif, di mana akan menumbuhkan kompetisi dan merek-merek akan semakin lebih baik.

Baca juga : Satu Lagi Mobil China Mulai Jualan di Jakarta Fair 2017

“Soal persaingan, singkatnya secara resmi tidak menangapi persaingan dari merek China, Jepang atau Eeropa, tapi kami lebih fokus untuk melayani konsumen Tata yang sudah ada di Indonesia. Mulai dari suku cadang, service, dan produk yang berkualitas, kami ingin menyediakan dukungan penuh,” ujar Biswadev Sengupta, Presiden Direktur TMDI, Senin (12/6/2017).

Biswadev menambahkan, kedatangan merek-merek asal China ini juga menjadi tanda, kalau Indonesia merupakan pasar potensial baru pabrikan otomotif. Tentunya ini akan bagus untuk kompetisi dan diversifikasi produk di segmen ini.

“Kami sangat yakin, bakal semakin banyak lagi merek-merek yang akan masuk ke sini. Mengapa itu bisa terjadi? Karena memang ini pasar penting dan besar, serta punya potensi yang tinggi, sehingga merangsang pabrikan untuk datang,” ujar Biswadev.

Setelah kedatangan rival baru dari merek Jepang Daihatsi Hi-Max, kali ini lahan Tata Motors di segmen pikap kembali diganggu oleh merek asal China, Dongfeng.  Namun, menarik untuk diperhatikan, seberapa kuat merek China itu bertahan di dalam negeri.

PenulisGhulam Muhammad Nayazri
EditorAgung Kurniawan
Komentar

Terkini Lainnya

Modal McLaren 720S Bertarung di Kelas 'Supercar'

Modal McLaren 720S Bertarung di Kelas "Supercar"

Produk
'Gatel Otomania' Sadarkan Perampas Fungsi Trotoar

"Gatel Otomania" Sadarkan Perampas Fungsi Trotoar

News
Rapor Mitsubishi Akhirnya 'Hijau' Pascaskandal Emisi

Rapor Mitsubishi Akhirnya "Hijau" Pascaskandal Emisi

News
Kubur Mimpi Honda Jazz Turbo

Kubur Mimpi Honda Jazz Turbo

News
Lexus Siapkan Dua Kejutan Agustus Mendatang

Lexus Siapkan Dua Kejutan Agustus Mendatang

News
Legenda Balap Motor, Angel Nieto Kecelakaan

Legenda Balap Motor, Angel Nieto Kecelakaan

Sport
Siapa yang Mau Honda Jazz Hybrid?

Siapa yang Mau Honda Jazz Hybrid?

News
Lexus Indonesia Mau Garap Mobkas

Lexus Indonesia Mau Garap Mobkas

News
“Wholesales” Lexus Paruh Pertama 2017 Melejit

“Wholesales” Lexus Paruh Pertama 2017 Melejit

News
Tipikal Konsumen McLaren di Indonesia

Tipikal Konsumen McLaren di Indonesia

News
Tiga Primadona Auto2000 pada Separuh Pertama 2017

Tiga Primadona Auto2000 pada Separuh Pertama 2017

News
SUV Lexus Masih Mendominasi Indonesia

SUV Lexus Masih Mendominasi Indonesia

News
Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Ketika E-Class Wagon Menjadi Liar

Modifikasi
Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

Lexus LC500, Jatah Cuma 10 Unit

News
Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar 'Hatchback'

Honda Jazz Diharap Rangsang Pasar "Hatchback"

News
Close Ads X