Sabtu, 25 Maret 2017

Otomotif

"Siksa" Ban Irit BBM Dunlop di Sentul

KompasOtomotif-donny apriliananda Tes hambatan gulir ban ramah lingkungan. Dunlop menggelinding sedikit lebih jauh, sekitar 10 persen.

Sentul, KompasOtomotif – Sudah sepantasnya produk yang datang belakangan lebih baik ketimbang pendahulu karena proses evaluasi. Begitu juga dengan Dunlop di bawah naungan PT Sumi Rubber Indonesia (Surindo), yang mulai menyodorkan ban ramah lingkungan (eco tyre) Enasave EC300+.

Demi membuktikan keunggulan produknya dibandingkan kompetitor, Surindo mengajak media dan para diler seluruh Indonesia menguji dan melihat langsung, dalam agenda tes khusus di Sirkuit Sentul, Bogor, (8/2/2017).

Hasilnya, produk Dunlop unggul tipis di semua sektor. Berikut rangkaian tes yang dilakukan dan ringkasan hasil yang dicapai dan dirasakan sendiri oleh KompasOtomotif. Mobil yang digunakan adalah Toyota Avanza.

1. Low Rolling Resistance atau tes hambatan gulir. Ini yang biasa dilakukan untuk membuktikan bahwa ban gampang menggelinding. Terdapat dua papan tinggi untuk meluncurkan dua mobil berjenis sama, namun pakai ban berbeda.

Hambatan gulir lebih rendah menunjukkan ban lebih mudah menggelinding, yang artinya tenaga yang diperlukan untuk menggerakan mobil lebih ringan, sehingga menghemat bahan bakar. Dicoba berkali-kali, tukar posisi, sampai tukar ban ke mobil lain, Enasave EC300+ sedikit lebih unggul.

2. Wet Braking Performance. adalah tes pengereman di jalan basah untuk membuktikan daya cengkeram di permukaan jalan licin karena terlapisi air. Pada kecepatan cukup tinggi, mobil direm mendadak, dan hasilnya sama, jarak pengereman terdekat bisa diperoleh.

3. Feeling Test. Ada tiga yang hal yang diuji dalam hal ini. Pada umumnya, tester diminta merasakan kenyamanan saat naik mobil dengan ban Enasave EC300+ dibandingkan kompetitor.

a. Linearity test (tes pindah lajur), yaitu untuk mengetahui stabilitas mobil ketika berpindah lajur pada kecepatan tertentu.

b. Slalom test (tes stabilitas), untuk mengetahui kehandalan pengendalian ketika mobil melalui jalan yang berkelok.

c. Noise test (tes kebisingan), untuk mengetahui tingkat kebisingan dan kenyamanan sebuah ban ketika mobil melewati permukaan jalan yang tidak rata.

Hasilnya juga sama, ban ”tuan rumah” unggul sedikit dibandingkan kompetitor. Catatan, pengujian ini pada poin nomor tiga benar-benar dinilai berdasarkan feeling. Tapi saat uji pindah jalur dan stabilitas, cukup mudah mengetahui mana yang lebih baik, yakni yang memberikan cengkeraman dan stabilitas di atas ban lain.

Penulis: Donny Apriliananda
Editor : Agung Kurniawan
TAG: