Ingat, "Water Hammer" Musuh Alami Kendaraan Saat Banjir - Kompas.com

Ingat, "Water Hammer" Musuh Alami Kendaraan Saat Banjir

Febri Ardani Saragih
Kompas.com - 14/12/2016, 13:00 WIB
KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Suasana banjir di Perumahan Total Persada Kota Tangerang, Senin (14/11/2016). Banjir di Kota Tangerang disebabkan oleh luapan dari beberapa kali dan tersumbatnya drainase di sejumlah titik.

Jakarta, KompasOtomotif – Hujan deras yang belakangan ini tiba-tiba mengguyur bukan tidak mungkin bikin banjir atau setidaknya genangan tinggi. Buat kendaraan, banjir adalah musuh alami yang lebih baik dihindari daripada berspekulasi untuk dilewati.

Potensi berbahaya buat kendaraan saat banjir yaitu water hammer atau kondisi ketika air masuk ke ruang pembakaran di dalam mesin. Jalur masuk air paling memungkinkan dari saringan udara yang berada terlalu dekat dengan genangan air yang meninggi atau dari cipratan air.

Di dalam mesin air adalah zat tidak diinginkan. Piston bertugas mengompres bahan bakar dan udara, saat ada air gerakannya jadi terhambat. Gerakan komponen mekanis di dalam mesin punya energi kinetik yang sangat besar, saat pergerakan itu tidak sempurna karena air efeknya merusak.

Kerusakan karena water hammer yakni membengkokan setang piston yang akhirnya merusak komponen lainnya. Mesin pun mati mendadak. 

Dari rilis resmi yang diberikan Asuransi Astra – Garda oto, Kamis (8/12/2016), diterangkan, cara terbaik agar tidak mengalami water hammer yakni menghindari banjir. Solusi terbaik, putar balik lalu mencari jalan yang lebih baik.

Jika terpaksa melewati banjir, pastikan tinggi genangan air setidaknya 30 cm di bawah saringan udara agar tidak tersedot ke dalam mesin. Selain itu jaga putaran mesin tetap tinggi agar air tidak terhisap ke dalam knalpot.

“Jangan pernah memaksa atau sengaja menerjang genangan,” kata L. Iwan Pranoto, Head of Communication and Event Asuransi Astra.

PenulisFebri Ardani Saragih
EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X