Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/05/2023, 09:42 WIB


JAKARTA,KOMPAS.com - Tanjakan curam kerap membuat pengemudi ketakutan. Apalagi ketika banyak kendaraan lainnya yang gagal menanjak.

Pada musim mudik Lebaran lalu, banyak pemudik yang terpaksa melewati jalur alternatif dengan rute cukup ekstrem demi menghindari macet.

Contohnya di perbatasan Klaten dan Gunung Kidul, Yogyakarta. Pemudik mesti melintasi tanjakan Clongop untuk menuju kawasan wisata pantai di Gunung Kidul.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kabarhandayani (@kabar_handayani)

Jalur alternatif itu banyak dilalui wisatawan selama musim Lebaran. Medan yang ekstrem mengakibatkan sejumlah kendaraan yang melintas mogok dan tak kuat menanjak.

Bila diperhatikan, mobil yang berhenti di tengah tanjakan umumnya akan sulit untuk menanjak lagi. Lantas ada faktor penyebab apa saja?

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving and Consulting Jusri Pulubuhu (JDDC) mengatakan, beban penumpang dan barang-barang di dalam mobil menyebabkan awalan menanjak menjadi berat.

"Beda, mobil yang menanjak dari bawah lancar pasti lolos. Kalau sudah berhenti di tanjakan, butuh momentum untuk bisa menanjak. Makanya, penumpang di suruh turun dulu supaya kuat," kata Jusri kepada Kompas.com, Minggu (30/4/2023).

Baca juga: Gunakan Teknik Ini Saat Mobil Berhenti di Tanjakan

Nissan Grand Livina gagal nanjakTiktok.com/@om_golan Nissan Grand Livina gagal nanjak

Ketika berhenti di tanjakan, menurut Jusri, mobil berpenggerak roda depan (FWD) dan belakang (RWD) tidak ada bedanya, keduanya membutuhkan tenaga yang besar untuk menaklukkan tanjakan ekstrem tersebut.

Masalah lainnya soal faktor pengemudi, berkaitan dengan jam terbang mengemudi, dan ketenangan dalam mengambil keputusan secara sigap.

Situasi macet yang terjadi di tanjakan membuat banyak pengemudi panik dan kesulitan untuk menguasai kendaraan.

Ilustrasi mengemudi sambil mendengarkan musikKompas.com Ilustrasi mengemudi sambil mendengarkan musik

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com