Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Asal Ganti Transmisi Matik yang Rusak Parah, Bisa Diperbaiki

Kompas.com - 05/03/2023, 14:41 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Teknologi dikembangkan untuk memudahkan tugas manusia, termasuk mobil transmisi matik. Namun ada semacam keyakinan bahwa jika rusak transmisi matik lebih sulit dibetulkan.

Perdebatan soal transmisi matik sulit diobati hingga ranah media sosial. Akun TikTok spesialis matik contohnya, membeberkan bahwa ada Daihatsu Sirion yang akhirnya ganti transmisi karena biaya servis terlalu mahal.

Baca juga: Harga SUV Bekas per Maret 2023, Honda CR-V mulai Rp 55 Jutaan

Dalam video disebutkan pemilik mengalami masalah transmisi dan ketika akan servis di bengkel resmi biayanya dipatok Rp 45 juta. Ketimbang keluar uang banyak akhirnya membeli transmisi copotan yang masih bagus.

"Pengguna mobil bawa mobilnya ke diler resmi untuk di overhoul, biayanya itu habis kisaran Rp 45 juta mau tidak mau akhirnya si pemilik mobil mencari alternatif lain, di sini dia membeli girboks bekas," kata pria dalam video tersebut dikutip Kompas.com, Minggu (5/3/2023).

Pemilik bengkel Worner Matic, Hermas E Prabowo, mengatakan, sebetulnya permasalahan transmisi mobil matik pasti bisa diselesaikan. Namun yang sering terjadi ialah ada bengkel yang langsung mengarahkan untuk mengganti.

"Tiga hal yang mesti dimiliki (bengkel), ialah satu dari sisi pengetahuan sistem mobil matik, kedua terkait pengalaman, dan ketiga kemampuan. Kebanyakan ialah punya sedikit pengalaman, sedikit kemampuan tapi tidak punya pengetahuan sistem tranmisi, jadinya apa ya trial error," kata Hermas kepada Kompas.com, akhir pekan lalu.

Hermas mengatakan, jika ada yang bilang transmisi matik lebih baik diganti daripada diperbaiki, sebab kalau diperbaiki belum tentu benar itu sebetulnya itu adalah omongan orang yang belum bisa memperbaiki.

Baca juga: Pengadaan Mobil Jeep Rp 2,3 Miliar untuk Pemprov DKI, Dapat Model Apa?

"Orang yang tidak bisa memperbaiki atau kemampuan atau kapasitasnya 60 persen cenderung akan mempromosikan bahwa mobil itu tidak bisa diperbaiki karena tidak mampu. Ada juga transmisi yang sudah diperbaiki muncul masalah lagi atau terulang," kata dia.

Kemudian buat pemilik mobil juga mesti tahan dengan masukan untuk langsung ganti girboks baru. Menurut Hermas yang mesti dilakukan ialah mencari bengkel yang tepat, mengerti masalah dan bisa memperbaiki.

"Misalnya terus (pemilik) ngambek kemudian tidak jadi diperbaiki, yang mesti dilakukan ialah cari bengkel yang benar. Kalau sekarang banyak yang mengaku pintar servis tapi skalanya, kapasitas keilmuannya sampai level mana," kata Hermas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
ya, sebaiknya pemilik cari second opinion dulu sebelum memutuskan ganti dengan barang bekas


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau