Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lamborghini Aventador Ini Overheat dan Berasap di Jakarta, Supercar Tidak Bisa Diajak Macet-macetan

Kompas.com - 15/01/2023, 07:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejadian supercar alami overheat kembali terjadi. Kali ini dialami oleh Lamborghini Aventador berwarna kuning di kawasan Jalan Panjang Arteri, sebelum RS Medika Permata Hijau, Sabtu (14/1/2023).

Video kejadian tersebut diunggah akun Instagram @inuu3312 dan diunggah ulang oleh akun Agoez_bandz4.

Tampak mobil berkelir kuning tersebut sedang berhenti di jalur Transjakarta dalam posisi kap mesin dibuka dan mengeluarkan asap.

Selain itu, pada bagian kolong kendaraan juga tampak keluar cairan. Pemilik Aventador tersebut juga tampak sedang menelepon di pinggir kendaraannya ketika sedang direkam.

Baca juga: Spesifikasi Lamborghini Huracan Sterrato, Crossover Bertenaga 600 HP

 

Menanggapi kejadian tersebut, Imam Choiri alias Apre, Pemilik Bengkel AP Speed di Bekasi mengatakan, kemungkinan mobil tersebut mengalamai overheat atau mesin kepanasan.

"Itu karena overheat, panas, supercar mesinnya di belakang, pendinginannya sepertinya kurang," ucap Apre kepada Kompas.com, Sabtu (14/1/2023).

Menurutnya, supercar dengan performa yang tinggi harus dibawa di jalanan yang lancar, bukan macet-macetan. Jadi jika kecepatan tinggi, sistem pendinginnya bisa maksimal dan mesin adem.

Baca juga: Masa Bulan Madu Stargazer Sudah Habis, Begini Kata Hyundai

Untuk Lamborghini Aventador sendiri, versi standarnya menggunakan mesin V12 6.500 cc yang menghasilkan 700 PS atau 690 TK. Jadi mesin butuh pendinginan yang maksimal dengan performa tinggi tersebut.

"Supercar enggak dipakai terus sampai macet-macetan. Seperti motor gede, kalau macet-macetan panas, kalau ngebut ya adem (mesinnya), dapat angin," kata Apre.

Selain itu, asal pabrikan supercar yang kebanyakan dari Eropa kurang cocok dengan iklim di Indonesia menurut Apre. Jadi ada kemungkinan mesin bisa alami overheat karena suhu udara yang terlalu panas.

Lamborghini Aventador milik Raffi Ahmad yang terbakar di kawasan Sentul, Sabtu (19/10/2019).YouTube/Rans Entertainment Lamborghini Aventador milik Raffi Ahmad yang terbakar di kawasan Sentul, Sabtu (19/10/2019).

Mengenai penyebab overheat, Apre menyebutkan ada banyak kemungkinan. Misal untuk supercar, ekstra fan yang bantu mendinginkan mesin mati atau ada selangnya yang bocor.

"Asap yang banyak itu asalnya dari air yang muncrat, kena panas (dari knalpot atau mesin)," ucap Apre.

Mobil yang mengalami overheat biasanya langsung dimatikan mesinnya dari ECU sebagai fitur keamanan. Begitu sudah dingin, sebenarnya bisa kembali dinyalakan, tapi sebaiknya diderek saja ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.