Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konsumsi Solar Bus AKAP, Sekali Jalan Tembus Ratusan Liter

Kompas.com - 10/01/2023, 15:01 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com – Layanan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) saat ini telah beragam dari berbagai perusahaan otobus (PO).

Bus sendiri merupakan kendaraan dengan mesin diesel yang kerap menggunakan bahan bakar solar. Biasanya, penggunaan solar sebagai bahan bakar dari setiap PO untuk bus AKAP dianggap lebih hemat daripada bensin.

Jarak tempuh yang jauh dan juga bermuatan besar tentunya membuat bus AKAP membutuhkan konsumsi solar yang tidak sedikit untuk setiap perjalanan.

Baca juga: Lin Jarvis Berharap Quartararo Bertahan Bersama Yamaha

Tessy, sopir bus PO Haryanto mengatakan jika dirinya tidak bisa menyebutkan secara pasti berapa liter solar yang dibutuhkan setiap mengantarkan penumpang.

Hal tersebut lantaran perusahaan milik ayah Rian Mahendra tersebut sudah mengisi penuh tangki BBM setiap armada sebelum digunakan.


“Mengenai mengisi BBM solar saya jarang mengkalkulasi berapa yang terpakai. Masalahnya pengisian BBM sudah langsung penuh dari perusahaan. Tapi untuk pengisian ditarget 200 liter,” kata sopir bus PO Haryanto jurusan Jakarta – Jepara tersebut kepada Kompas.com, Selasa (10/1/2023).

Jika dari sisi pengusaha, pemilik PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali mengatakan, untuk jumlah solar setiap bus AKAP tidaklah pasti karena jarak tempuh dan rasio kendaraan berbeda satu sama lainnya.

Suasana Terminal Kalideres, Jakarta Barat, terpantau belum adanya lonjakan penumpang bus AKAP menjelang libur Natal dan tahun baru 2022, Selasa (6/12/2022).kompas.com/REZA AGUSTIAN Suasana Terminal Kalideres, Jakarta Barat, terpantau belum adanya lonjakan penumpang bus AKAP menjelang libur Natal dan tahun baru 2022, Selasa (6/12/2022).

“Solar bus tergantung jarak tempuh busnya, kemudian tergantung tipe mesin dan tentu pola mengemudi,” kata Anthony kepada Kompas.com, Selasa (10/1/2023).

Melengkapi hal tersebut, sopir bus AKAP dari PO Raya yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan jika konsumsi solar dari tiap bus AKAP akan berbeda karena cara mengemudi sopir bus berbeda satu sama lain.

“Oper persneling dan kaki –kaki itu berpengaruh sekali. Contohnya dengan rute yang sama dan tipe bus yang sama itu bisa berbeda solar yang terbuang. Walaupun bedanya itu 10 atau 20 liter, itu dianggapnya tetap lebih boros,” kata sopir bus AKAP tersebut kepada Kompas.com. 

Baca juga: Jangan Salah, Ini Beda Garansi dan Warranty Saat Beli Mobil Baru

Bus AKAP baru PO MPM yang memakai bodi Legacy SR3 Panorama dari Karoseri Laksana dan sasis Hino R20 Air SuspensionDOK. PT HMSI Bus AKAP baru PO MPM yang memakai bodi Legacy SR3 Panorama dari Karoseri Laksana dan sasis Hino R20 Air Suspension

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.