Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mobil Pelat RF yang Melanggar Aturan Izinnya Bisa Dicabut Polisi

Kompas.com - 26/12/2022, 14:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi jalanan di Indonesia saat ini memang kerap semrawut, salah satu penyebabnya adalah pengguna kendaraan dengan pelat nomor khusus, salah satunya pelat RF.

Tidak jarang para pengguna pelat RF ini melakukan pelanggaran lalu lintas, seperti memakai bahu jalan, langgar ganjil genap, dan sebagainya. Belum lagi ada yang arogan dengan menyalakan strobo dan sirene tanpa pengawalan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas mengatakan akan membenahi para pengguna pelat nomor dengan kombinasi huruf RF.

Baca juga: Aksi Arogan Pelat Nomor Dewa Kembali Terjadi, Pengemudi Todongkan Senjata Tajam

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat mengecek mobil berpelat khusus RFY yang terobos jalur Busway, Rabu (15/6/2022) di Gedung Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.KOMPAS.com/Tria Sutrisna Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat mengecek mobil berpelat khusus RFY yang terobos jalur Busway, Rabu (15/6/2022) di Gedung Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.

“Misalkan ya pelat RF ini. Kami akan lakukan perbaikan serta kaji ulang lagi penggunaannya,” ujar Sigit, dikutip dari NTMC Polri (26/12/2022).

Perlu diketahui, pelat dengan kombinasi huruf RF di bagian belakang digunakan untuk kepentingan kedinasan kepolisian maupun TNI, begitu juga kementerian atau lembaga negara.

Penggunaan pelat nomor khusus ini pun sudah diatur pada Peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2012 tentang Penerbitan Rekomendasi STNK dan TNKB (pelat nomor) khusus dan rahasia bagi kendaraan bermotor dinas.

Baca juga: Mau Ganti Ban Mobil, Apakah Harus Menunggu Sampai Botak?


“Khususnya yang seperti di kota besar begitu ya, memang itu kan khusus diberikan kepada fungsi tertentu yang memang ada kaitannya dengan Kepolisian, dinas atau VVIP begitu,” kata Sigit.

“Tapi faktanya mungkin masyarakat melihat ‘oh ternyata bukan Polisi’ begitu ya, nah ini yang kami perbaiki,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.