Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/12/2022, 15:12 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Kecelakaan bus dan truk sering terjadi beberapa tipe jalan seperti; tikungan dan jalan menurun. Sebagian besar peristiwa disebabkan oleh rem blong.

Tingginya angka kecelakaan membuat berbagai pihak memikirkan solusi atas fenomena tersebut. Salah satunya, memahami kontur jalan atau tempat-tempat yang rawan terjadi kecelakaan.

Investigator Senior Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Achmad Wildan, mengatakan solusi terhadap medan jalan bisa dengan menghilangkan hazard seperti turunan, tikungan dan sejenisnya tapi itu membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Baca juga: Persimpangan Jalan Rawan Kecelakaan, Ini Pentingnya Etika Berkendara

Peta daerah rawan kecelakaan di jalur tol Pulau Jawascreenshoot Peta daerah rawan kecelakaan di jalur tol Pulau Jawa

“Untuk menghilangkan hazard pada jalan yang rawan terjadi kecelakaan bisa dengan menghilangkan tikungan, atau turunan, hanya saja itu membutuhkan biaya tidak sedikit, sehingga ada solusi kedua yaitu dengan forgiving road,” ucap Wildan dalam webinar ‘Fenomena Rem Blong dan Fakta Kecelakaan Bus & Truk’ di ITS.

Dia mengatakan forgiving road ini merupakan jalan yang dimaklumi meski memiliki unsur hazard yang tinggi.

“Jalan biasanya merupakan warisan dari orang-orang terdahulu, sehingga dalam proses perbaikan atau pengembangannya biasanya hanya memperbaiki permukaan jalan dan lebarnya, karena itu solusi paling murahnya,” ucap Wildan.

Baca juga: Rawan Kecelakaan, Begini Cara Aman Berkendara Saat Hujan di Jalan Tol

Tim Polres Aceh Utara mengecek lokasi rawan kecelakaan di Desa Alue Bilie, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (28/4/2022)KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO Tim Polres Aceh Utara mengecek lokasi rawan kecelakaan di Desa Alue Bilie, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (28/4/2022)

Dia mengatakan dalam hal ini, pada titik jalan tertentu perlu diberi fasilitas yang mengurangi tingkatan hazardnya dengan memberikan rambu yang jelas atau pembatas jalan.

“Jika tidak bisa dihilangkan, maka dikurangi tingkat hazardnya dengan memberikan pembatas jalan, sehingga tingkat fatalitasnya berkurang, atau memberikan rambu yang jelas sebelum memasuki kawasan rawan kecelakaan,” ucap Wildan.

Dia juga mengatakan bisa memasang penerangan atau marka jalan yang menyala bila tersorot cahaya lampu kendaraan.

Baca juga: Rawan Kecelakaan Laut, Basarnas Didorong Buka Kantor di Pulau Masalembu Sumenep

Jadi, untuk jalan-jalan yang memang rawan terjadi kecelakaan perlu diperlakukan dengan spesial dengan memberikan peringatan serta elemen pendukung yang lainnya bila tidak bisa dihilangkan unsur hazardnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.