Kompas.com - 24/11/2022, 07:22 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyaknya kecelakaan yang melibatkan bus dan truk salah satunya disebabkan karena kurangnya kemampuan sopir dalam mengantisipasi masalah.

KNKT mengidentifikasi terdapat lack of competency pada pengemudi, di mana hal ini tidak ter-cover melalui mekanisme pengambilan SIM maupun pelatihan.

“Masalah ini ada di Transjakarta, Pertamina, dan sebagainya. Ini masalah yang krusial Pak Dirjen. Kita krisis pengemudi, kemudian kita krisis kompetensi,” ujar Achmad Wildan, Investigator Senior KNKT, dalam tayangan Youtube Ditjen Perhubungan Darat (22/11/2022).

Baca juga: Adu Mesin Innova Zenix dan Innova Reborn, Mana Lebih Bertenaga?

Sugianto (58) sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) Jepara-Jakarta ditemui di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (6/5/2022). Ia bercerita tentang kegundahannya, mesti terus bekerja dan tak bisa merayakan Lebaran 2022 bersama keluarga. KOMPAS.com / Tatang Guritno Sugianto (58) sopir bus antar kota antar provinsi (AKAP) Jepara-Jakarta ditemui di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (6/5/2022). Ia bercerita tentang kegundahannya, mesti terus bekerja dan tak bisa merayakan Lebaran 2022 bersama keluarga.

Menurutnya, 90 persen penyebab kecelakaan kendaraan niaga adalah para sopir tidak paham sistem rem, tidak paham dashboard instrumentasi, dan tidak paham pre trip inspection.

“Mungkin bapak akan terkejut, hasil investigasi kami menemukan 90 persen masalah hard skill di pengemudi adalah mereka enggak paham sistem rem. Baik pengemudi-pengemudi perusahaan besar dan multinasional,” ucap Wildan.

Wildan menambahkan, Covid-19 selama dua tahun cukup menyisakan masalah cukup besar bagi transportasi jalan, di mana saat ini baik angkutan orang maupun barang kekurangan pengemudi.

Baca juga: Alasan Kijang Innova Zenix Kini Pakai Penggerak Depan

Wildan menyebut bahwa para pengusaha angkutan telah banyak kehilangan pengemudinya karena alih profesi selama pandemi, dan tidak kembali lagi.

KNKT juga mengidentifikasi risiko fatigue pada pengemudi bus pariwisata dan kendaraan barang sangat tinggi.

Hal ini di antaranya dipicu karena kurang lengkapnya regulasi yang mengatur jam kerja dan tempat istirahat pengemudi.

Baca juga: Tips Aman Melintas di Jalan Tol Trans-Sumatera yang Panjang

Menteri BUMN Erick Thohir  melepas pemudik yang mengikuti program mudik gratis BUMN di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (27/4/2022). Dok. Kementerian BUMN Menteri BUMN Erick Thohir melepas pemudik yang mengikuti program mudik gratis BUMN di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (27/4/2022).

“Kemudian masalah fatigue, ini menghantui Pak Dirjen. Jadi kita bikin aturan mengenai aturan waktu istirahat dan sebagainya, tetapi kapan dan di mana mereka istirahat kita enggak mengatur. Bus kita bagaimana tempat istirahatnya, di rest area, di jalan tol, kemudian di tempat wisata,” kata Wildan.

Wildan juga mengatakan, konsep aturan yang mengatur tempat istirahat buat pengemudi menjadi angin segar bagi kemajuan transportasi darat. Diharapkan aturan ini bisa mengurangi risiko fatigue pada pengemudi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.