Kompas.com - 23/11/2022, 17:30 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah diprediksi tidak akan melakukan pembatasan mobilitas pada arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 pada pertengahan Desember 2022 mendatang.

Direktur Lalu Lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Cucu Mulyana menyebut, prediksi itu berangkat dari kebijakan pengendalian mobilitas pada mudik Idul Fitri tahun ini.

"Berkaca pada angkutan Lebaran kemarin ketika diputuskan tak ada pelarangan atau pembatasan, maka dipastikan saya yakin untuk Nataru 2023 sepertinya pemerintah juga tidak akan melarang atau membatasi arus mudik," kata dia pada Rapat Kerja Bidang Perhubungan Darat 2022, Selasa (22/11/2022).

Baca juga: Butuh 3 Jam Buat Produksi 1 Unit Vespa LX 125 di Pabrik Cikarang

Ilustrasi mudik gratis 2022.KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Ilustrasi mudik gratis 2022.

Lebih jauh, saat Idul Fitri kemarin, ketika mudik pertama kali diperbolehkan usai adanya pembatasan mobilitas karena pandemi Covid-19 dua tahun sebelumnya, skema rekayasa lalu lintas diumumkan jauh hari oleh pemerintah ke masyarakat.

Sementara itu, untuk Natal dan tahun baru, lanjut Cucu, pemerintah belum akan mengumumkan skema rekayasa lalu lintas itu dalam waktu dekat.

Namun ia meyakini arahan dan kebijakan mengenai pengaturan lalu lintas pada saat Nataru akan segera diterbitkan tidak lama lagi. Termasuk, rekayasa lalu lintas-nya.

"Kalau bisa minggu pertama Desember itu kita sudah bisa dapat hasil analisis. Saya juga pastikan bahwa tidak ada kebijakan pemerintah seperti cuti bersama," terangnya.

Baca juga: Awas Macet, Ada Penggantian Papan Informasi Digital di Tol JORR

Ilustrasi kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol Cikopo-Palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Ilustrasi kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol Cikopo-Palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019).

Mengutip data mobilitas masyarakat pada Nataru tahun lalu, hampir seluruh moda transportasi mengalami kenaikan dengan tingkat tertinggi pada bus yaitu 23,6 persen pada keberangkatan dan 47,8 persen pada kedatangan.

Berdasarkan survei Kemenhub terkait dengan libur akhir tahun, potensi pergerakan masyarakat yakni 22,4 persen dari jumlah penduduk atau sebanyak 60,6 juta orang. Tingkat tertingginya, masih ada di Jabodetabek dengan 7,3 juta orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.