Kompas.com - 15/11/2022, 06:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia dan Turki menandatangani sejumlah kesepatan bilateral strategis antar pemerintah dan pelaku usaha yang mencangkup di bidang pertahanan, kehutanan, lingkungan hidup, inovasi, dan riset-teknologi pada Senin (14/11/2022).

Menariknya pada dua kesepakatan antar dunia usaha yang dirumuskan, salah satunya ialah mengenai produksi bus listrik di Indonesia, yaitu antara pabrikan bus listrik Karsan dari Turki dan PT Schahmindo Perkasa (Credo Group).

Sementara kerja sama lainnya terkait pembangunan jalan tol trans Sumatera antara PT Hutama Karya dan kontraktor Turki, ERG Insaat.

Baca juga: Kemenhub Targetkan Insentif Kendaraan Listrik Selesai pada 2023

Kesepakatan Indonesia dan Turki untuk produksi bus listrik dan tol trans sumatera, Senin (14/11/2022)dok.KBRI Kesepakatan Indonesia dan Turki untuk produksi bus listrik dan tol trans sumatera, Senin (14/11/2022)

"Sesuai arahan Presiden RI, ada sejumlah kesepakatan penting antar dunia usaha yang selama ini kita dorong dan sudah dalam proses finalisasi," kata Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu M Iqbal dalam keterangannya, Senin.

"Namun, baru dua kesepatan ini yang sudah siap ditandatangani," lanjut dia.

Penandatanganan antar dunia usaha tersebut disaksikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.

Hanya saja dalam kesempatan terkait belum dijelaskan secara rinci mengenai proses dan waktu produksi bus listrik dimaksud. Tapi dipastikan bahwa langkah itu merupakan upaya pemerintah mendorong percepatan era elektrifikasi.

Baca juga: Berikut Angkutan Barang yang Boleh Melintas Selama KTT G20 Berlangsung

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan kesiapan operasional 30 unit bus listrik Merah Putih untuk melayani mobilisasi para delegasi dan peserta KTT G20 di Bali Dokumentasi Kementerian Perhubungan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan kesiapan operasional 30 unit bus listrik Merah Putih untuk melayani mobilisasi para delegasi dan peserta KTT G20 di Bali

Jokowi dan Erdogan

Dalam kesempatan terpisah, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan sepakat untuk merundingkan perjanjian kemitraan ekonomi komperhensif atau Comperhensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dalam waktu dekat.

CEPA merupakan skema kerja sama ekonomi yang lebih luas dari sekadar isu perdagangan. Kedua negara juga bertukar pikiran untuk mencari solusi damai atas konflik Rusia-Ukraina.

Sebelumnya diketahui pada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, tersedia berbagai moda transportasi bebas emisi. Salah satunya ialah bus listrik yang siap dipakai sebagai fasilitas mobilisasi para deligasi negara.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.