Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/10/2022, 16:42 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Alat pemadam api ringan (APAR) jadi peralatan tambahan wajib ada pada kendaraan sejak 2021 lalu. 

Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor : KP.972/AJ.502/DRJD/2020 tentang Fasilitas Tanggap Darurat Kendaraan Bermotor. 

Belajar dari pengalaman, banyak kasus kebakaran mobil sering terjadi beberapa tahun belakangan, baik saat parkir, kendaraan berjalan, dan mengisi bahan bakar. 

Alat pemadam api penting digunakan sebagai pertolongan pertama, sehingga kebakaran besar bisa dicegah sejak munculnya titik api. 

Baca juga: Ingat Pentingnya Menyiapkan APAR di Mobil

Pada mobil-mobil baru, APAR biasanya letaknya di bawah jok penumpang. Banyak pemilik mobil yang belum mengetahui apakah APAR membutuhkan perawatan khusus. 

Ilustrasi penggunaan alat pemadam apiShutter Stock Ilustrasi penggunaan alat pemadam api

Seperti diketahui, APAR seharusnya dirawat dengan baik agar siap digunakan saat keadaan darurat terjadi. Kuncinya, pemilik mobil harus memastikan peralatan tersebut bebas kebocoran. 

APAR yang mengalami kebocoran dapat ditandai dengan menurunnya jarum indikator tekanan udara (pressure gauge) yang terdapat pada bagian atas tabung.

"Setiap servis berkala 6 bulan atau 10.000 kilometer (km), APAR jadi salah satu komponen yang diperiksa. Sesuai standar, tidak boleh sampai ada kebocoran dan pin lock pengunci terpasang sempurna," kata Kepala Bengkel Nasmoco Majapahit Semarang Bambang Sri Haryanto, Sabtu (29/10/2022). 

Baca juga: Modifikasi Toyota Kijang Innova Lawas Bertenaga Buas

Pada mobil Toyota, memiliki dua jenis alat pemadam api ringan (APAR) dikategorikan berdasarkan usia pemakaian.

Pertama adalah dry chemical powder dengan masa kadaluwarsa 5 tahun. Berikutnya, model foam yang memiliki usia pakai lebih singkat, yakni 2 tahun. 

Alat pemadam api ringan (APAR) terpasang di dalam mobilEbay Alat pemadam api ringan (APAR) terpasang di dalam mobil

"Ada masa kadaluwarsanya, jadi jika sudah mendekati jadwal ganti kita ingatkan pemilik. Pergantian tanggung jawab pabrikan. Sistemnya satu paket ganti, tidak bisa dilakukan isi ulang," ucap Bambang.

Meskipun demikian, kata dia, pemilik juga bisa mengajukan komplain jika APAR terindikasi mengalami kebocoran. 

Baca juga: Belum Meluncur, Diler Honda Sudah Buka Keran Pemesanan SUV RS

"Baru-baru ini kita menangani 1 kasuskonsumen yang APAR-nya bocor. Setelah kita analisa, penyebabnya karena pin lock sedikit terbuka. Langsung tertangani, cuma part inden," terangnya. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.