Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini yang Harus Dilakukan Ketika Kena Tilang Elektronik

Kompas.com - 24/10/2022, 17:12 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepolisian tengah gencar menerapkan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di berbagai ruas jalan. Pemasangan kamera ETLE bertujuan mengurangi tilang manual untuk menindak para pelanggar lalu lintas.

Ada beberapa jenis pelanggaran yang dapat ditangkap oleh kamera ETLE, di antaranya adalah pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara dan tidak menggunakan helm.

Termasuk juga tidak menggunakan sabuk pengaman. Kemudian, pengendara yang melanggar rambu atau marka jalan, serta menggunakan pelat nomor palsu.

Baca juga: Ini 28 Akses Gerbang Tol di Jakarta yang Kena Ganjil Genap

Polisi melakukan penindakan terhadap pelajar yang tidak menggunakan helm di Jalan Transyogi, tepatnya di dekat Pospol Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022)Dok. Polsek Gunung Putri Polisi melakukan penindakan terhadap pelajar yang tidak menggunakan helm di Jalan Transyogi, tepatnya di dekat Pospol Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022)

Korlantas Polri sampai saat ini sudah memiliki 280 lebih ETLE statis dan 800 lebih ETLE mobile untuk menilang pelanggar lalu lintas,”ujar Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan, belum lama ini.

Di samping itu, Korlantas juga memiliki 50 ETLE mobile yang terintegrasi dengan mobil,” kata dia.

Lantas, ketika terkena tilang, pelanggar yang tertangkap kameran ETLE akan dikirimkan surat konfirmasi pelanggaran.

Baca juga: Hasil Klasemen MotoGP 2022, Bagnaia Teratas, Quartararo Tempel Ketat

Surat konfirmasi akan dikirim selambat-lambatnya tiga hari setelah pelanggaran dilakukan. Setelah itu, pelanggar diberi waktu 8 hari untuk konfirmasi melalui website https://etle-pmj.info/id.

Pelanggar juga bisa datang langsung ke kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum. Jika pemilik kendaraan tidak melakukan konfirmasi atau pelaporan dalam kurun waktu yang ditentukan, dalam tiga hari Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) akan diblokir.

Petugas selanjutnya menerbitkan tilang untuk pembayaran denda. Apabila pengendara tidak membayar denda dalam kurun waktu 15 hari, pajak STNK akan diblokir.

Prosedur untuk pembayaran denda bisa melewati perbankan maupun ikut sidang. Setelah ada perintah untuk melakukan membayar denda. Pelanggar bisa membayar denda lewat bank atau menghadiri sidang di tempat yang ditunjuk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.