Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Baterai kalau Nekat Pakai Kendaraan Listrik sampai Nol Persen

Kompas.com - 15/10/2022, 09:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menggunakan kendaraan listrik sangat berbeda dengan kendaraan bermesin konvensional. Kondisi baterai wajib diperhatikan, jangan nekat sampai digunakan sampai habis total atau hingga nol persen.

Pada kendaraan bermesin pembakaran internal, mungkin kondisi bahan bakar yang habis tidak terlalu berdampak buruk pada mesin. Saat diisi bahan bakar lagi, kendaraan tersebut akan kembali bekerja dengan normal.

Baca juga: Cegah Limbah, Ini Ide Pemanfaatan Baterai Kendaraan Listrik Bekas

Berbeda dengan kendaraan listrik jika baterainya dipakai sampai habis atau nol persen. Kondisi tersebut dapat berdampak buruk pada baterai.

Kia EV6 GTkia.com Kia EV6 GT

Ahli Teknik Ketenagalistrikan Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi mengatakan, daerah operasi aman baterai lithium-ion adalah dijaga tidak boleh discharge sampai nol.

"Minimal antara 10 persen hingga 15 persen dan maksimal charge sekitar 90 persen hingga 95 persen. Tugas itu yang mengatur adalah Battery Management System (BMS)," ujar Agus, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Belum Ada Sistem Swap Baterai untuk Mobil Listrik di Indonesia

Agus menambahkan, saat panel meter menampilkan nol persen hingga 100 persen, itu setara aslinya dengan kondisi baterai 10 persen hingga 95 persen, agar masih dalam rentang safety margin.

Pegawai Dinas ESDM Jawa Tengah mengisi daya mobil listrik di salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik umum (SPKLU), Senin (19/9/2022).Pemprov Jateng Pegawai Dinas ESDM Jawa Tengah mengisi daya mobil listrik di salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik umum (SPKLU), Senin (19/9/2022).

"Kalau sampai nol persen (deep of discharge), maka lifetime akan turun drastis dan dicas tidak bisa pulih lagi 100 persen," kata Agus.

"Jadi, dari kapasitas penuh, yang bisa dipakai dengan aman antara 10 persen hingga 90 persen atau total 80 persen kapasitas rated-nya," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.